Belajar Menghormati Sesama

hormat menghormattBeberapa hari yang lalu saya membaca satu quote yang langsung membuat saya mengangguk, seolah saya mendapatkan satu nasehat. Quote itu adalah “Hormatilah orang meski dia tak layak dihormati, karena itu bukan untuk menunjukkan siapa dia melainkan siapa kita” Benar sekali, kita harus bisa menghormati setiap orang, siapapun itu, tak pandang dia ras, suku atau apa pekerjaannya.
Continue reading

Advertisements

Asean Blogger Conference Bali

Kayanya kesibukan benar-benar menjauhkan saya dari blog ini, tapi saya tidak akan membiarkan ini terjadi karena menulis telah menjadi passion saya meski yang saya tulis banyak yang nggak jelas šŸ˜€

Tadi, saat pulang kantor (tumben gitu pulang lebih awal) maunya update blog tapi saya bingung mau nulis apa dan baru keinget ternyata saya ada PR buat cerita tentang acara Asean Blogger Conference Bali tanggal 16 November yang lalu.
Mungkin sebagian cerita sudah terlupakan, jadi ya…anggap saja apa yang saya tulis emang beneran mengesankan sehingga masih nempel di hati dan akhirnya ditulis di sini, heeee

Asean Blogger Conference Bali yang kita singkat jadi ABC Bali sebenarnya sudah saya dengar sejak sebulan sebelumnya dari teman dBlogger tapi saat itu sih saya masih ragu apa bisa datang karena intense kerjaan yang padat sangat susah untuk ambil libur di hari-hari efektif apalagi Rabu, seemed like imposible but Alhamdulillah kayanya boss ngerti kalau saya ini selain meng-assist dia juga berprofesi sebagai blogger kambuhan :mrgreen:

Sebelumnya, pas anak-anak blogger Bali pada ribut membahas ABC saya temasuk yang beneran santai, bisa ikut syukur nggak ya mo gimana lagi tapi dalam hati beneran pingin ikut! Sampai akhirnya dapat invitation di FB buat hadir di acara penyambutan peserta ABC dari beberapa kota di Indonesia dan juga beberapa negara Asean lainnya di….(ooops, maaf saya lupa nama museumnya, ada sih di HP tapi HP lagi mati and charger ketinggalan di kantor :D) acara dinner itu sebenarnya bukan cuma buat penyambutan tapi merayakan ulang tahun BBC atau Bali Blogger community. Well, baru kali ini lho saya sadar ternyata BBC yang bannernya saya pasang memiliki banyak kegiatan kemanusiaan yang jujur saya suka banget. Mereka peduli banget pada pendidikan anak-anak di Bali.
Continue reading

Ping Pong yang emosi

Ping Pong? Udah pernah main Ping Pong? saya nggak pernah tapi kalau ada email langsung balas, terus ada balasan lagi, kita balas dan dia membalas lagi biasanya di kantor kami sebut “ping pong” ah ini hanya istilah kami saja, he he he he

Dan ini adalah sebuah hubungan antara ping pong dan emosi, di mana ada e-mail yang tak seharusnya di CC ke saya, saya balas dengan enak dan bahasa saya eh balasannya malah bikin kepala saya panas untung puasa sehingga tak terbawa emosi. Kami ini kan cuma ngerjain tugas, atasan nyuruh apa ya kita kerjakan kadang ada tugas yang tidak detail saat bertanya detailnya atasan menjawab ” just do it or otherwise there will be more questions appears” sesal saya kok saya yang disuruh “because we trust you” begitu katanya.

Ah…ternyata ini yang menyebabkan ping pong dengan mantan karyawan yang di non activekan itu emosi dan finally dia nge-judge saya “stabbing friend” saya ngurut dada, hanya Tuhan yang tahu, mungkin saya salah tapi tak sedikitpun terlintas untuk seperti itu karena saya hanya menjalankan tugas. Kesannya saya cuma “yess, boss!” lha, tapi kalau perintahnya cuma “tolong info si A because we gonna have meeting with her” saya kira juga ini hanya regular meeting dan yes, this is my job untuk set up meeting, info ke karyawan lain jika ada meeting-meeting kan that what am I for here?!

Kadang posisi kita membuat kita dimusuhi teman? tapi, kalau teman itu tahu dan kenal kita maka mereka akan bersikap profesional “aku kenal kamu” umumnya sih gitu, tapi emang gak semua kenal kita dengan baik.

Hidup emang jadi hambar ya tanpa konflik, enjoy dech! He he he he

#Life Leap

Kambing Hitam

Pernah lihat kamibing hitam? Saya juga pernah lihat kok, apa sih salah mereka?? Kenapa mereka jadi perumpamaan?? Emang apa bedanya dia dengan wedus gimbal (kata si mbah di kampung) gak penting sih, tapi saya penasaran lho….hehehehe

Tapi, yang ini saya serius! Saya hanya merasa gemas dengan adanya beberapa orang yang suka mengkambing hitamkan orang lain atas ketidak mampuan dia. Dia bilang si A begini dan si B begitu makanya dia tidak mampu, gagal dan tidak berhasil.

Menurut perpestif saya sih, kalau saya gagal dan gak mampu pastilah semua sebabnya ya dari saya sendiri karena usaha saya yang kurang maksimal atau bahkan gak ada usaha untuk bisa, setuju?

Dan saya kira gak ada lho kata gagal atau gak bisa kecuali kita nggak pernah nyoba dan nggak pernah berusaha.

Jangan nyari kambing hitam-lah lebaran haji masih lama kalau mau nyari korban :mrgreen:

Double Kopdar

Tara!!!! Hari Minggu, apa aja ney yang kita kerjakan kalau hari Minggu? Bangun siang? Malas-malasan? Atau waktu buat beres-beres rumah/kost? Menghabiskan waktu dengan keluarga? Hm….ini bukan sensus kok…hanya pertanyaan dan khusus Minngu ini pagi-pagi setelah sholat Shubu saya sudah SMS-an dengan seseorang dari Jakarta, siapa lagi kalau bukan Bunda Monda. Pasti udah pada kenal dunk, beliau kan blogger yang sudah cukup terkenal kalau nggak kenal berarti kamu Newbie! Ooops, bercanda, jangan marah dunk! he he he

Iya, teman tadi pagi-pagi sengaja saya nyamperin Bunda Monda di hotel tempatnya menginap di All season Bali. Di sana saya sudah janjian dengan si Ari – Tunsa dan akhirnya walau hanya bertiga kami tetap melakukan kopdaran, ehm, sebenarnya ber-5 karena saya membawa sepupu saya dan Ari – Tunsa membawa temannya. Waktu yang singkat tapi membawa keceriaan di Minggu mendung ini.

Tapi, sebelum kopdar di Minggu pagi nan mendung ini sebenarnya kami udah Kopdaran, cuma bedanya yang pertama ini cuma antara saya, Bunda Monda and keluarga! Sumpah saya serasa nggak kopdar ama teman blogger, serasa ketemu keluarga jauh yang sedang datang berkunjung makanya seusai makan malam bersama, eh saya nie yang ditraktirin, balik lagi karena saya serasa bertemu ama keluarga makanya saat ditawarin mau anter mau-mau aja. Sumpah dech, Bunda Monda, si Om (yang maunya dipanggil Abang aja, ha ha ha) ama si Adik udah kek keluarga yang lama gak ketemu.

Jadi ceritanya, hari Kamis jam 11-an WITA Bunda Monda kirim pesan lewat inbox FB yang isinya singkat bahwa beliau mau datang ke Bali and mau ketemuan sambil kasih nomer HP dan segeralah saya SMS Bunda Monda tapi kok gak ada balasan? ternyata emang masih sibuk ama si adik sih, he he he. Sorenya SMS lagi katanya baru balik ke hotel, ok akhirnya saya langsung memutuskan besuknyam, Jum’at malam pulang kantor langsung menemuinya. Yah…begitulah….makanya saya sebut “Double Kopdar”

Ini adalah foto Kopdar hari pertama!Pas pulang kantor.,

Kopdar ditutup dengan harapan ada waktu dan kesempatan bertemu kembali dengan waktu yang agak lama, sesugguhnya pingin traktir makan ayam bethuthu tapi waktunya mepet šŸ˜¦ semoga pertemuan singkat ini berkesan ya Bunda…..mmmuach, mmuuach…

Karena Cinta


Gambar diambil dari Mbah GoogleSemua orang pastinya familiar dengan cinta. Bahkan anak umur 3 tahun pun tahu lho apa itu cinta, buktinya tetangga kostku yang lama anaknya yang baru bisa bicara bisa nyanyi “C-I-N-T-A” Ha ha ha ha

Apapun dalihnya Cinta emang memberikan hormon bahagia, jadi jika kita melihat sesuatu dengan cinta tidak akan ada keluhan, mengerjakan sesuatu dengan cinta semua akan terasa menyenangkan dan bukan lagi sebuah beban.

Yup, hanya sebuah uraian singkat bahwa apapun yang saya lakukan dalam hidup saya karena saya mencintai keluarga saya. Keputusan apapun yang saya ambil dan tindakan apapun yang saya kerjakan karena saya mencintai keluarga saya. Well, kadang saat sisi melancholic saya timbul emang ada kalanya saya jadi merasa lelah dan ingin menyerah tapi semangat saya berlipat-lipat jauh lebih besar dari itu semua.

Dan tindakan apapun yang saya ambil pastinya berdasarkan pertimbangan masak, kenapa? Agar saya bisa melakukannya dengan cinta. Karena saya tidak suka melakukan sesuatu yang sudah saya putuskan setengah-setengah.

Saya di dunia ini karena cinta orang tua saya, terasa mudah saat semua itu berdalih “dengan” atau “karena” cinta. Dan semoga kita tak salah dalam menilai dan memilih cinta.

#Romantic Tuesday.

Buka aib orang itu dosa??


Apakah membuka aib orang itu dosa? iya…saya tahu, dan malam ini saya ingin membuka aib seseorang, seseorang yang tidak jauh-jauh dari saya, bahkan sangat dekat dengan saya. Orang itu adalah saya sendiri.

Jadi, aib itu adalah…saya ini kadang kelewat narsis dan orang-orang terdekat saya juga mengakuinya…masa sih saya ini sering bilang ke mereka kalau saya ini cantik dan tahu tidak sih….kadang mereka yang ingin memuji jadi urung karena takut kepala saya kian membesar saja šŸ˜›

Ha Ha Ha…dan yang lebih parah, saya ini juga kadang suka memandangi foto saya sendiri šŸ˜€ (parah banget, kan?)

Apakah ini penyakit? Entahlah yang jelas kalaupun ini penyakit saya menyukainya karena saya lebih bisa menyayangi diri saya, karena ada ungkapan yang bilang “Sayangi dirimu sebelum orang lain” (emang ada ya?sepertinya penyakit gila saya makin parah šŸ˜€ )

Apapun penyakit saya, yang pasti saya merasakan ada aura baik mengalir dalam aliran darah saya (halah!) dan saya yakinkan diri untuk memulai Juni ini dengan harapan yang lebih baik. Saya mencium aroma kebaikan dan bisa merasakannya, semoga bulan Juni menjadi awal yang baik buat kita semua, amin šŸ™‚

Jujur tidak sih?


Dear Sahabat, saya ingin bertanya apakah artikel yang sahabat tulis itu jujur?

Jujur kacang hijau apa jujur ayam? ich….makan mulu dech pikirannya šŸ˜€ ini lho jujur dengan yang sebenarnya.

Kalau saya jujur nie, ya…blog saya adalah tempat therapy saya jadi saya membuatnya “setelah saya membaca artikel saya, saya akan merasa lebih baik” jadi terkadang serupa nasehat yang sesungguhnya saya tujukan pada diri saya sendiri dan kadang serupa motivasi. Syukur-syukur saja kalau ada teman yang baca jadi termotivasi juga šŸ™‚ Dan tak jarang isinya curhatan yang tak jelas penuh kata-kata sok puitis, he he he he

(Masalahnya kalu lagi mellow saya emang suka jadi sok puitis)

Karena begini teman, terkadang saya menemui sebuah blog dengan tulisan artikel-artikel indah yang memperlihatkan betapa si empunya blog adalah seorang yang bijaksana tapi kenyataannya tidak seprti itu, kok saya tahu? karena saya kenal orangnya. Haduh, saya tidak ingin membuat penilaian, saya ini hanya ingin bertanya apakah memang ada yang seperti ini?

Kalau emang ada ya sudah, he he he. Kan artinya yang saya rasakan tak salah. Lagian saya cuma bertanya kok :mrgreen:

Everybody loves you!


Seorang teman menuliskan sebuah status seperti ini “kenapa semua orang membenciku, kenapa menjauhiku dan apa salahku?” kalau menurut saya kesalahan terbesar dia adalah menanyakannya pada kami, teman FB dia yang nyata-nyata tidak membenci pun menjauhi dia. Bagaimana kalau bertanya pada mereka yang membenci atau menjauhi dia?

Sempat memberikan komentar yang intinya jangan mempunyai perasaan seperti itu, tapi dia menjawabnya tetap keukeh kalau memang begitulah kenyataannya dan dia merasa sedih. Lalu saya membagi nasehat Papa saya “sayangi orang yang membenci kamu atau menjahati kamu” dia menjawab lagi “Bicara itu mudah! tapi melakukannya susah! begitu itu perlu ikhlas” Hm…iya, benar banget itu..bicara itu emang mudah tapi akan lebih mudah kalau kita mulai belajar saja melakukannya dan iya memang perlu ikhlas dan untuk ikhlas itu memang tidak mudah tapi mana bisa kita bilang tidak bisa melakukannya kalau kita tidak berusaha mencoba?

Sebenarnya kalau ada orang yang tidak suka atau menjauhi kita itu akar permasalahannya di mana, sih? Saya bukannya kurang kerjaan mencoba menganalisis sesuatu yang bukan masalah saya tapi hanya ingin belajar. Kalau menurut saya, semua akarnya dari kita sendiri dan kalau kita tidak tahu apa yang salah sama diri kita ada baiknya dong kita bertanya pada mereka yang bersangkutan. Atau, jangan-jangan itu hanya perasaan kita saja merasa semua orang tidak ada yang suka sama kita. Take it easy, yang penting kita berusaha selalu bersikap baik, rendah hati (bukan merendahkan) dan mau bergaul dengan siapa saja pastinya akan banyak yang sayang sama kita, setuju tidak?

Tapi, mungkin teman saya ini memang sedang “sensitif” aja (bukan positive, lho! he he he) sehingga timbul perasaan demikian.But, thanks for her status tonight, he he he

Merindukan kenangan


Membaca lembaran-lembaran lama yang udah usang tak terjamah membuatku rindu akan kenangan itu…

Di mana di setiap goresan kata dan rangkaian ceritanya melukis senyum…

Kiranya engkau datang memang untuk menorehkan (sekedar) kenangan.

Aku merindukan kenangan bersamamu…