Warung Hoax

Setelah membaca artikel-nya Acacicu.com mendadak saya diingatkan kembali dengan satu peristiwa 2 tahun yang lalu. 2 tahun yang lalu menjelang lebaran, tepatnya menjelang saya pulang kampung seorang teman sekampung, cowok mengajak saya dan sepupu keliling kota Denpasar. Dia bilang, malam itu kami bisa minta makan apa saja dan dia yang akan mentraktir. Tentu saja saya sambut gembira meskipun esoknya kami masih akan menempuh perjalanan bersama.

Continue reading

Advertisements

Sahur/Buka Pakai Apa?

image

Alhamdulillah besok sudah puasa, ini adalah Ramadhan pertama saya bersama suami. Kalau dulu saya cuek sekali, mau sahur atau tidak jarang menjadi pikiran tetapi sekarang lain karena saya harus mulai mikirin “nanti malam harus sahur pakai apa?”.
Continue reading

Sahur/Buka Pakai Apa?

Alhamdulillah besok sudah puasa, ini adalah Ramadhan pertama saya bersama suami. Kalau dulu saya cuek sekali, mau sahur atau tidak jarang menjadi pikiran tetapi sekarang lain karena saya harus mulai mikirin “nanti malam harus sahur pakai apa?”.
Continue reading

Puasa itu harus sabar


Iya…saya tahu “PUASA ITU EMANG HARUS SABAR” tapi, saya tak tahu kenapa saya tak pernah meng-update blog ini dan begitu meng-update isinya saya malah ingin marah dan teriak-teriak saja.

Saya sedang capek saja, kok ya sih orang ini nggak bisa menjaga perasaan? Kok ya…orang ini nggak merasa malu begitu?

Haduuuhhhh, beruntung saya nggak muntaf di depannya tapi di dashboard ini! yeah….I feel better now…

Awas ya, kalau sekali lagi seperti itu saya nggak janji bisa menahan emosi saya lagi!

Tukang Hutang

“Bu…beli nasinya dunk….” ungkap saya sambil melihat jam di tangan menunjukkan pukul 18:10 artinya 11 menit lagi buka puasa, ibu jualan nasinya menyambut dengan semangat..

“Masih saja puasa si cantik ini… “ uangkapnya….eiiits, jangan protes ya…ibu jualan nasi emang terkadang begitu manggil saya karena dia memang gak tahu nama saya meski udah langganan, he he he

“Iya dong, bu….saya mau itu, itu dan itu” jawab saya sambil nunjuk beberapa lauk favorit yang tak pernah ganti yaitu sop, tongkol dan bakwan jagung.
Continue reading

Renungan Menjelang Ramadhan

“Ma…minta itu” teriak seorang gadis (kira-kira)6 tahun menunjuk ke sebuah boneka besar di etalase toko boneka. Sang Mama masih sibuk dengan sang adik yang kira-kira masih berusia 2 tahun.

” Kan di rumah banyak boneka seperti itu… “ Ucap sang Mama kemudian sambil melihat ke arah sang Papa yang kini gantian menggendong si adik yang rewel dan juga meminta sesuatu.

Gadis kecil itu mulai merajuk dan tak mau bergerak dari etalasi toko toko boneka, sang Mama melempar pandang ke arah suaminya seperti meminta persetujuan.

” Kakak kan mau sekolah, katanya minta tas baru…. “ bujuk sang Mama, namun si gadis kecil tak bergerak dan mematung di depan etalase. Akhirnya, mereka masuk ke toko boneka itu dan membawa pulang boneka yang tingginya hampir sama dengan anak gadisnya.

Ah…kejadian di atas membuat saya merenung, betapa keterlaluannya kita jika sekarang setelah dewasa masih saja menyusahkan orang tua karena melihat kejadian itu membuat saya berpikir, bahwasannya orang tua demi anaknya mereka berani dan mau melakukan apa saja. Sedang kita apa yang sudah kita lakukan? Orang tua minta tolong sesuatu saja kadang kita bentak, astaugfirullah…saya benar-benar membenci anak model seperti ini dan yang terlintas dalam benak saya hanya ” Jangan mengeluh jika kelak kau juga dibentak-bentak oleh anakmu “.

Yang jelas, kejadian di atas membuat saya langsung berkaca-kaca karena ingat dengan Bunda saya. Ingat kejadian saat menjelang lebaran, ayah yang sednag keluar kota belum mengirim uang sedang saya belum dibelikannya baju baru, Bunda dengan tanpa lelah lembur membuat jala ikan yang harganya emang lumayan mahal karena jala ikan buatan Bunda memang terkenal kuat dan halus anyamannya. Demi sepotong baju lebaran beliau rela seperti itu, demi menyiapkan sarapan buat anaknya beliau rela bangun pagi. Masih ada alasan untuk berkelit kenapa kita berani membentak orang tua kita terutama Bunda kita?

Semoga ramadhan tahun ini menjadi awal yang baik buat kita semua untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Akhirnya saya mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin, mari kita sambut Ramadhan tahun ini dengan hati yang bersih dan semoga ibadah kita mendapatkan rodho Allah SWT.