Aku sedih..

Ya, kemarin aku sempat menangis
Rasanya, ada rasa yang mengiris dan menyayat hati…
Menyumbat paru-paruku hingga sesak dan sulit untuk bernafas.
Aku sedih….

Aku bilang aku sedih…

Aku sedih karena hanya memiliki kamar kecil dan sempit
Aku sedih karena memiliki penghasilan kecil
Aku sedih, sedih melihat semua kekuranganku

Tapi, aku lebih sedih saat sadar aku kurang bersyukur…

Maafkan aku Tuhan atas kesedihanku.
Terima kasih atas segala anugerah yang sudah Engaku berikan

Aku sedih karena tidak bersyukur

Namaku Angin

Hai, namaku angin yang senantiasa mengiringi kesendirianmu di bawah terik matahari di tepi pantai ini.
Namaku angin yang senantiasa menemani pagi-pagimu,
menghembuskan semangat meski kau terkadang menyambutnya dengan malas,
membelai sayang meski terlalu sering kau merengkuh dengan enggan….

Hai, aku angin….
Yang mampu terpah tonggak tinggi dan besar sekali pun…
Namun, aku lebih suka membelai wajahmu dengan mesrah dan membuatmu tersenyum juga merasakan segaar di harimu yang penat…..

Hai, aku angin…..
Pagi ini hanya ingin mengatakan biarkanku membawah hujan bersamaku agar kau rasakan sedikit sejuk..

Berhenti mengeluh dan ikhlas….

berpikir kerasSaya tak biasa mengeluh, selalu meyakinkan diri untuk semangat dan positive thinking kalau pun keceplosan itu pasti juga di luar kendali saya. Tapi, secara sadar saya usahakan untuk tidak pernah mengeluh karena mengeluh itu tidak pernah merubah keadaan menjadi baik, saya sadar dan sesadar-sadarnya itu.

Namun, terkadang ada hal-hal yang terkadang tanpa saya sadari membuat saya mengeluh, meski saya sadar dan menyesal telah mengeluh tapi saya juga mengerti bagaimana perasaan saya sendiri. Lagi pula saya ini kan juga manusia biasa yang kadang capek, lelah atau kadang ingin menyerah.

Satu hal yang membuat saya terkadang bilang “capek“, “males“, “lelah” atau bahkan yang lebih panjang dan complete”aku capek banget, aku lelah dan kayanya mau menyerah saja deh karena apa yang aku lakukan seeprtinya tidak dianggap” Kalimat panjang ini sebenarnya bukan “saya” banget tetapi memang sempat dan pernah keluar karena di saat itu begitulah yang saya rasakan.

Continue reading

Selamat pagi, dunia!

Selamat pagi dunia,

Salam hangat dariku yang mencintaimu,
Biarkan aku memelukmu dengan kehangatan kasihku.

Selamat pagi dunia,

Peluk dan ciumku untukmu orang yang kurindu; ayah dan bunda
Biarkan aku memeluk kalian dengan kerinduan, seperti dekapan hangat kalian

Selamat pagi dunia,

Menangkan hari ini dengan senyum manis yang mencerahkan
Biarkan mereka yang menyun tak dapat tempat dan merangkulmu

Hari ini adalah milik kita yang tersenyum menyambut hari!
Milik kita yang berani menghadapi perubahan!

Selamat pagi dan semoga hari kita penuh kasih 😉

Antara saya dan Romantis

Foto di ambil dari Google

” Hani romantis dech, suka bikin puisi-puisi gitu “ puji seorang teman yang asli bikin saya langsung menutupi muka dengan sepuluh jari lentik saya (weks!fitnah banget ya? he he he)

” Wah….beruntung banget yang jadi pacarnya Hani karena sering dibikinin puisi-puisi gitu “ Ada juga yang fitnahnya lebih kejam seperti itu. Saya tersinggung dan merasa terhina [weiiittss, too much dech :P]

Saya ini orangnya cuek, and gak peduli dengan nota bene kata-kata romantis buat nunjukin sayang ke seseorang karena saya sih lebih ke tindakan. Kalau kekasih saya, saya akui emang romantis abis booo…lihat aja di wall FB, doi rajin kirim puisi yang asli bikin beberapa orang sirik dan patah hati (PD kali, ha ha ha ha)

Dan kalaupun saya tiba-tiba membuat puisi buat si dia, itu semata karena saya dan dia berjauhan dan begitulah cara saya mengungkapkannya berhubung tak dapat melakukan tindakan apa-apa.

Saya ini kan “Talk Less, Do More” Ha ha ha ha (apa coba?) Kalau sahabat-sahabat bagaimana mewujudkan rasa sayang kepada kekasih?

#Romantic Tuesday