Hallo? Bisa bicara dengan salah sambung?

phonecallHallo, ada yang sedang punya masalah dengan telephone? Bukan kehabisan pulsa atau gak dapat sinyal sih akan tetapi masalah dengan incoming call alias telephone masuk!

Uh…saya sering sekali mendapat masalah dengan panggilan masuk ke telephone selular saya baru-baru ini dan yang paling mengganggu adalah dari BANK “***” yang selalu saja mengganggu! mulai dari menginformasikan tagihan, jasa tambahan, product baru-nya sampai asuransi! BANK satunya lagi, lebih sering menawarkan asuransi yang semakin membuat saya jengkel terkadang mereka menelphone di jam-jam saya sedang kerja, meeting sama client!
Continue reading

Hangatkan Hubungan dengan Orang tua

Bukan rahasia lagi, komunikasi memang menjadi kunci sukses sebuah hubungan, bukan hanya hubungan teman, atau pacaran tapi juga antara “orang tua dan anak”

Saya berbicara bukan dari sisi orang tua karena saya juga bukan seorang orang tua, tapi saya akan berbicara dari sisi sebagai anak. Ya, sebagai anak pastilah saya berharap selalu dihujani kasih sayang oleh orang tua saya dengan apapun itu caranya. Dan saya di sini berbicara pun bukan karena saya tak memiliki hubungan baik dengan orang tua saya, karena sebaliknya orang tua saya adalah orang tua yang luar biasa, yang tak pernah tak ada saat kami anak-anaknya membutuhkan yang tak pernah malu mencium pipi kami ataupun membelai lembut rambut kami meskipun kami sudah bukan anak kecil lagi, bahkan jika saya diberi kesempatan hidup dua kali saya ingin menjadi anak mereka kembali dan ingin memperbaiki kesalahan-kesalahan saya terdahulu.
Continue reading

Double Kopdar

Tara!!!! Hari Minggu, apa aja ney yang kita kerjakan kalau hari Minggu? Bangun siang? Malas-malasan? Atau waktu buat beres-beres rumah/kost? Menghabiskan waktu dengan keluarga? Hm….ini bukan sensus kok…hanya pertanyaan dan khusus Minngu ini pagi-pagi setelah sholat Shubu saya sudah SMS-an dengan seseorang dari Jakarta, siapa lagi kalau bukan Bunda Monda. Pasti udah pada kenal dunk, beliau kan blogger yang sudah cukup terkenal kalau nggak kenal berarti kamu Newbie! Ooops, bercanda, jangan marah dunk! he he he

Iya, teman tadi pagi-pagi sengaja saya nyamperin Bunda Monda di hotel tempatnya menginap di All season Bali. Di sana saya sudah janjian dengan si Ari – Tunsa dan akhirnya walau hanya bertiga kami tetap melakukan kopdaran, ehm, sebenarnya ber-5 karena saya membawa sepupu saya dan Ari – Tunsa membawa temannya. Waktu yang singkat tapi membawa keceriaan di Minggu mendung ini.

Tapi, sebelum kopdar di Minggu pagi nan mendung ini sebenarnya kami udah Kopdaran, cuma bedanya yang pertama ini cuma antara saya, Bunda Monda and keluarga! Sumpah saya serasa nggak kopdar ama teman blogger, serasa ketemu keluarga jauh yang sedang datang berkunjung makanya seusai makan malam bersama, eh saya nie yang ditraktirin, balik lagi karena saya serasa bertemu ama keluarga makanya saat ditawarin mau anter mau-mau aja. Sumpah dech, Bunda Monda, si Om (yang maunya dipanggil Abang aja, ha ha ha) ama si Adik udah kek keluarga yang lama gak ketemu.

Jadi ceritanya, hari Kamis jam 11-an WITA Bunda Monda kirim pesan lewat inbox FB yang isinya singkat bahwa beliau mau datang ke Bali and mau ketemuan sambil kasih nomer HP dan segeralah saya SMS Bunda Monda tapi kok gak ada balasan? ternyata emang masih sibuk ama si adik sih, he he he. Sorenya SMS lagi katanya baru balik ke hotel, ok akhirnya saya langsung memutuskan besuknyam, Jum’at malam pulang kantor langsung menemuinya. Yah…begitulah….makanya saya sebut “Double Kopdar”

Ini adalah foto Kopdar hari pertama!Pas pulang kantor.,

Kopdar ditutup dengan harapan ada waktu dan kesempatan bertemu kembali dengan waktu yang agak lama, sesugguhnya pingin traktir makan ayam bethuthu tapi waktunya mepet 😦 semoga pertemuan singkat ini berkesan ya Bunda…..mmmuach, mmuuach…

Kebohonganku


Saya punya kebohongan besar yang ingin saya bongkar karena kalau ingat ini saya merasa berdosa sekali. Kenapa merasa berdosa? iya, merasa berdosa karena mereka mempercayai kebohongan saya ini sampai bertahun-tahun lamanya.

Awalnya kebohongan saya ini terbongkar pas kami dalam perjalanan darat jalan-jalan menuju Jogja, di dalam mobil untuk menghilangkan rasa kantuk dan bosan kami saling tukar cerita. Lupa memberi tahu, di dalam mobil Innova ini isinya saya sendiri, adik saya, sepupu dan suaminya yang merupakan satu-satunya lelaki di dalam mobil. Yang kami ceritakan bermacam-macam dan sampai pada akhirnya pada cerita masa kecil kami.

Tiba-tiba saja di tengah gelak tawa kami menceritakan masa kecil, si Mbak (sepupu) melontarkan kalimat:

” Iya, jadi ingat ya…dulu kamu melihat hantu nenk buyut di atas pohon Belimbing di belakang rumah Mbah setelah itu kita selama satu minggu tidak berani main di pohon itu ”

Aku yang masih tertawa dengan kelucuan cerita sebelum-sebelumnya langsung diam dan melotot, langsung maju dan menepuk-nepuk bahu si Mbak yang duduk di samping suaminya yang sedang mengemudikan mobil.

” Mbak, kamu masih ingat ya? jadi kamu percaya dengan cerita hantu itu?” Tanyaku sedikit kikuk. Isi mobil sedikit tenang kecuali musik dangdut yang sengaja kami pilih biar bisa jadi bahan celetukan.

” Lha emang kan saat itu kamu melihat hantu nenek buyut? “ tanya si Mbak mengulangi. Aku menggaruk-garuk kepala yang tak gatal dan balik bersandar sambil mesem-mesem aku membuat pengakuan.

” Sebenarnya, aku boong lho…biar kalian gak ambil tempatku aja. Habisnya kalian selalu nakal, tempatku selalu kalian ambil “ akuku akhirnya, muka si Mbak langsung gak enak, tapi dengan cerdas aku kemukakan alasanku kenapa bohong dan akhirnya kami tertawa lagi.

Ingin tahu kenapa aku bohong? begini ceritanya….

Saat itu kalautidak salah usiaku 5 tahun, memiliki beberapa sepupu yang seumuran (sepupuku yang di mobil ini) dan juga sisanya ini sedikit jauh di atas kami. Namun, orang tua kami membiasakan kami untuk akrab dan bermain bersama dan kami saat kumpul main bersama hal yang paling kami sukai adalah memanjat pohon belimbing di belakang rumah nenek yang buahnya selalu lebat. Nah, di pohon ini kami memilik spot-spot favorit sendiri, seperti aku yang kebetulan beruntung sekali mendapatkan spot yang strategis, batang cabang yang besar dan bisa dibuat tiduran dan asyiknya di cabang itu adalah bagian yang lebat.

Penemuan spot ini kita tentukan sebelum naik! Nah, karena sepupuku ini ada yang sirik dan selalu mengambil tempatku karena kami kan manjatnya balapan jadi siapa yang menang jadi dia merasa bisa mengambil tempat seenaknya, khususnya tempatku. Ya…karena saat itu aku memang anaknya jarang gerak tak memiliki fisik yang gesit seperti mereka aku kalah dan harus relah terkadang nangkring di bagian batang paling bawah yang tak ada buahnya. Mungkin aku kegendutan saat itu, he he he

Tak ingin diakalin, fisik boleh kalah akhirnya aku pakai akal dan muncullah ide hantu nenek buyut yang manjat pohon Belimbing, ha ha ha ha

Cerita itu benar-benar manjur, karena setelah itu selama seminggu tdk ada yg berani main di sana dan tentu saja orang tua kami senang. Namun, karena aku nggak tahan ingin main panjat-panjatan aku bujuk mereka untuk main, tapi dengan tetap aku takut-takuti agar mereka tak mengambil tempatku. I got my favorite spot! Karena aku bilang ke mereka hantu nenek buyut berdiri di tempatku itu, ha ha ha

Benar-benar tidak menyangka kalau ternyata semua orang percaya cerita bohongku itu, padahal kalau dipikir masa iya sih nenek-nenek naik pohon belimbing?Ha ha ha

Merindukan kenangan


Membaca lembaran-lembaran lama yang udah usang tak terjamah membuatku rindu akan kenangan itu…

Di mana di setiap goresan kata dan rangkaian ceritanya melukis senyum…

Kiranya engkau datang memang untuk menorehkan (sekedar) kenangan.

Aku merindukan kenangan bersamamu…