The other side of me…


Kemarin dua postingan, saya sempat kaya gimana gitu..mellow, mellow gak jelas sebenarnya malu pas tahu ada yang comment tapi masa iya postingan mau saya hapus? Hi hi hi hi

Hani juga manusia, jadi boleh mellow and marah-marah juga, kan?
Continue reading

Pengakuan Dosa


Saya ingin melakukan pengakuan dosa, bahwa betapa buruknya mood saya akhir-akhir ini. Dan iya, lagi-lagi bukan karena pekerjaan semata, melainkan banyak hal lainnya yang memang mendukung sekali mood saya menjadi buruk.

Saya nggak tahu, sebenarnya apa penyebabnya tapi begitulah…bisa jadi karena kecapekan tapi meski kecapekan sih saya enjoy saja kok, cuma yaitu saya kalau lagi kecapekan gitu paling pusing kalau yang saya dengar dari kana-kiri saya itu bukan support malah berbagai teguran positive yang sebenarnya mengkhawatirkan saya, tapi….saya tidak mau lho ada dalam keadaan ini jadi saya nggak bisa lari dalam keadaan ini jadi tolong support saya itu saja.
Continue reading

Prasangkah dan Rasa

Wew, judulnya agak berat dan nulisnya pun pake acara deg-degan he he he.

Di saat seseorang berprasangkah buruk terhadap kita karena apa yang kita lakukan, pasti yang kita rasakan saat itu sangat sedih kan? Mungkin ada yang ngotot menjelaskan, ada yang diam dan membiarkannya begitu saja. Tapi, percayalah lebih baik mendapatkan tamparan di pipi ketimbang harus tahu ada orang yang berprasangkah buruk sama kita apalagi setelah kita menjelaskan pun dia tetap keukuh dengan prasangkahnya.

Semacam ada ganjalan dan rasanya gak enak. Sekali lagi, ini hanya prasangkah dia karena sebenarnya tidak demikian. Baiknya bagaimana, diam saja? toh kita sudah menjelaskan kebenarannya atau berusaha menjelaskannya lagi?

Prsangkah dan rasa emang erat hubungannya, yang sering banget jadi korban prasangkah buruk pasti tahu bagaimana rasanya….

Kira-kira apa sih alasan orang-orang yang mudah berprasangkah buruk?

Karena Cinta


Gambar diambil dari Mbah GoogleSemua orang pastinya familiar dengan cinta. Bahkan anak umur 3 tahun pun tahu lho apa itu cinta, buktinya tetangga kostku yang lama anaknya yang baru bisa bicara bisa nyanyi “C-I-N-T-A” Ha ha ha ha

Apapun dalihnya Cinta emang memberikan hormon bahagia, jadi jika kita melihat sesuatu dengan cinta tidak akan ada keluhan, mengerjakan sesuatu dengan cinta semua akan terasa menyenangkan dan bukan lagi sebuah beban.

Yup, hanya sebuah uraian singkat bahwa apapun yang saya lakukan dalam hidup saya karena saya mencintai keluarga saya. Keputusan apapun yang saya ambil dan tindakan apapun yang saya kerjakan karena saya mencintai keluarga saya. Well, kadang saat sisi melancholic saya timbul emang ada kalanya saya jadi merasa lelah dan ingin menyerah tapi semangat saya berlipat-lipat jauh lebih besar dari itu semua.

Dan tindakan apapun yang saya ambil pastinya berdasarkan pertimbangan masak, kenapa? Agar saya bisa melakukannya dengan cinta. Karena saya tidak suka melakukan sesuatu yang sudah saya putuskan setengah-setengah.

Saya di dunia ini karena cinta orang tua saya, terasa mudah saat semua itu berdalih “dengan” atau “karena” cinta. Dan semoga kita tak salah dalam menilai dan memilih cinta.

#Romantic Tuesday.

Cinta terlarang


gambar diambil dari andyf.blogspot.comPernah mencintai sesuatu atau seseorang tapi kita tidak diperbolehkan memilikinya? Ya, beginilah yang terjadi pada saya, tapi saya termasuk yang keras kepala. Sekeras apapun orang, atau bahkan dokter bilang “KAMU GAK BOLEH MINUM KOPI” saya akan tetap minum kopi karena saya terlanjur mencintainya, lebay gak sih? he he he

Iya, Kopi mengandung kafein yang katanya emang gak terlalu baik jika dikonsumsi berlebihan. Tapi, saya kan gak berlebihan? Dan lagi kopi tidak dianjurkan dikonsumsi oleh penderita Maag akut seperti saya, well….itu hanya suggesti, he he he….karena justru tanpa kopi secangkir saja dalam sehari saya bisa kelimpungan 😀

Kisah cinta terlarang saya terhadap kopi memang berakhir manis karena saya berhasil mempertahankannya dengan keyakinan bahwa saya akan baik-baik saja mengkonsumsi kopi meski saya mengidap maag akut karena saya mengkonsumsinya tidak secara berlebihan!

Ada yang addicted sama kopi seperti saya tapi tidak dianjurkan mengkonsumsinya? kasihan dech kalau gitu :mrgreen:

Share aja cerita pahit manis kopi sahabat di sini, siapa tahu yang ceritanya paling manis bisa saya kirimi Kopi Bali…ya….saya nggak janji…tapi kalau misal lalu saya e-mail sahabat and tanya alamat buat dikirimin Kopi Bali gratis mau saja, kan? He he he

My Updated

Belakangan ini saya jadi cengeng dan gampang banget tersinggung, setelah saya usut semua itu ternyata terjadi karena saya ini kecapekan.

Hampir waktu saya habis buat kerja, sedang waktu istirahat saya hanya beberapa jam saat tidur, paling lama 8 jam dan itu jarang terjadi palingan 7 jam jika tidur jam 10 bangun jam setangah 6 saya mendapatkan istirahat 7,5 jam kadang saya bangun lebih awal karena waktu Shubu di Bali tidak panjang, hanya jam 5:20 – 06:00 saja. Setelah Shubu, belakangan saya juga tidak membiasakan untuk tidur karena Allah tidak menyukai itu. Dan terkadang saya juga tidur jam 11 bahkan jam 12 dengan jam bangun pagi tetep setengah 6 :mrgreen:

Jujur saya memang nggak mau waktu saya terbuang sia-sia untuk hal yang kurang berguna, intinya saya nggak mau kelak saya menyesal lantas berkata “aiiih…andai aku dulu nggak cuma main-main dong” main-main itu butuh tapi di hari Sabtu atau Minggu dan itupun setelah serangkaian kegiatan dikerjakan, but wait….tomorrow is Saturday and I have to work!

Jam kerja sih normal, cuma aplikasinya UP-Normal bukan ubnormal ya, he he he. Jangan membayangkan, kerja di depan komputer bisa sambil FB-an, ya…saya nggak munafik sometimes….update status di FB perusahaan atau kalau lagi jenuh banget pasti saya nyari bacaan yang bikin otak fresh, ya it could be any site-lah seringnya blog teman-teman dengan cerita gokilnya, he he he

Kalau FB pribadi kebanyakan akses dari HP. Saya sering juga dapat komentar “Poor Girl” he he he, tapi saya nyantai saja walau kadang nangis juga kalau udah kebanyakan, bukan apa sih kalau udah capek gitu rasanya ya gimana gitu….ya gak sih? he he he

Rasanya nggak adil saja, sebenarnya sih saya sudah menemukan cara buat ngilangin rasa ini cuma karena masih belum terbiasa jadinya sering lupa, saya kan cuma manusia biasa jadi boleh dunk lupa #ngeles. Jadi cara ini terinspirasi dari bukunya Bong Chandra, saat semua berjalan melelahkan disarankan kita menarik nafas panjang sambil bilang “WOW” cuma kalau saya, saya ganti menarik nafas panjang sambil tersenyum karena saya nggak mau menarik perhatian sekitar, he he he

Pastinya sahabat punya cara sendiri untuk mengatasi perasaan yang sedang lelah oleh hal apappun? Boleh dunk di bagi, he he he

Menuntut pertanggung jawaban


“Kamu baik-baik saja?”
“sangat baik” jawab saya

“How are you?”
“I am great” jawab saya

“Maaf saya udah bikin kamu gak nyaman”
“Tak apa, udah biasa kok” jawab saya dengan senyum

“Kamu jangan mau dunk digituin” (saya tak bisa mengatakannya secara komplit di sini)
“Tak apa, saya percaya apapun yang saya lakukan tak ada yang sia-sia” jawab saya masih dengan senyum

“Say, kamu udah diperlakukan tidak adil begini kok mau sih”
Sebelumnya pasti saya sudah melakukan beberapa hal, seperti menangis, menulis(therapy saya), mengeluh (curhat pada Tuhan) tapi setelah semua rasa itu ternetralisir, jawaban yang keluar adalah:
“Nggak apa, ini menguatkanku Mbak. Ada Tuhan yang maha adil, apa yang aku khawatirkan?”

“Jangan terlalu capek ya sayang….”
“Iya, Ma..untuk sebuah target kan emang harus sedikit extra keras”jawab saya masih dengan senyum.

“Jeng, kamu baik-baik saja? Maaf, ya…”
“Tak apa…santai aja, saya tetep bahagia kok… ” jawab saya dengan senyum, karena sudah mulai terbiasa 🙂

Semoga percakapan di atas tak sekedar terucap dari bibir saya, namun menggerutu setelahnya…karena jujur kalaulah itu saya yang dulu pasti saya akan banyak menghabiskan waktu menggerutu dan meratapi diri. But, saya percaya manusia pada fitrahnya terlahir sempurnah (dari mahluk lain) jadi kita ini terlahir dengan segala kesempurnaan, termasuk terlahir bahagia (sukses, dsb), hanya pilihan kita mau menjemput kebahagiaan itu atau tidak.

Saya merasa tak ada alasan untuk meratapi diri, merasa akan membuang waktu jika hanya pergi menyendiri, mengasihani diri sendiri. Saya sudah pernah ada di posisi ini dan hanya membuahkan penyesalan dikemudian hari karena telah membuang waktu yang sangat berharga untuk orang-orang yang mengasihi saya.

Can’t be only say then miss away…saya emang harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah saya katakan pada orang-orang di sekeliling saya.

Have a nice weekend, wish you have a lovely weekend 😉

Awal yang baik..


Saya yakin semua oang ingin mengawali segaa sesuatu dengan hal-hal yang baik agar nantinya berlanjut dengn baik. Sama, saya juga demikian…seperti postingan sebelumnya…sebenarnya saya ingin bilang pada diri saya sendiri “Hai, awali bulan ini dengan rasa cinta terhadap dirimu”dan tentu saja dengan disertai do’a dan pengharapan yang indah.

Tapi, untuk sesuatu yang indah memang tak selalu di awali dengan yang indah pula walaupun Juni saya diawali dengan rasa kecewa yang berubi-tubi saya sangat optimist dan yakin bahwa for the rest saya akan mengalami banyak kejadian yang indah. Oleh karena itu saya bersyukur sekali karena kemarin saya dibuat sedih, dibuat menangis (karena kecewa) dan kalau boleh jujur saya sempat ingin berteriak dan menyumpah serapahinya, tapi saya ingat wajah kedua orang tua saya, terutama Bunda saya. Sungguh, saya bersyukur sekali dengan kejadian kemarin kalau tidak ada yang membuat saya sedih dan menangis saya tidak yakin bisa seoptimist ini, hiks hiks, ha ha ha ha

Yang beberapa waktu terakhir ini mengalami hal yang sama seperti saya, jangan larut dalam kesedihan ya…he he he..kita harus yakin kalau banyak hal indah yang tak terduga yang akan terjadi…kita nggak boleh terfokus pada hal-hal buruk yang terjadi karena kalau kita terus membiarkan pikiran kita liar terbawa arus sedih saya percaya bukannya nggak mungkin hari ini pun saya akan mengalami hal buruk lainnya. Makanya saya marah pada adik saya yang hobby pasang status mellow di FB nya (udah gitu masalah cinta lagi!), seolah dia tidak beriman pada Allah. Kenapa demikian? karena saya percaya Allah menciptakan kita bukan untuk menjalani atau merasakan hal-hal buruk itu..

Sungguh apapun yang terjadi ini adalah awal yang baik, for you and for me 🙂

Serba “Terlalu”


Saya tidak akan bicara tentang terlalu cinta, terlalu sayang, terlalu benci, terlalu menyukai, terlalu jelek atau terlalu ganteng. Tapi ini tentang terlalu banyak, bukan terlalu banyak uang, terlalu banyak pekerjaan melainkan terlalu banyak bicara.

Terlalu banyak bicara membuat tidak focus, membuat ada beberapa hal yang bakal “missed” and you know if you asked me the same question, I will say “go to hell!”.

Maaf saya bicara kasar, saya sedang memendam amarah dan saya sedang butuh tempat menumpahkannya sehingga tidak merembet kemana-mana. In this case, tolong terima blog ini benar-benar sebagai media therapy, he he he he…..nah saya sudah bisa tersenyum, kan?

Makanya, siapapun kita, mau kita ini boss, kek, kita ini karyawan, kita ini anak atau kita ini orang tua, sebaiknya jangan banyak bicara karena banyak bicara hanya akanmembuat orang menutup telinga dan lagi kita sendiri jadi tidak dapat focus karena kejadiannya kan jadi sibuk nyari-nyari kesalahan orang saja.

🙂 Akhirnya saya bisa tersenyum kembali, terima kasih…….

Life is too beautiful buat marah-marah, cukup 5 menit dech, he he he he

Tanya “Kenapa?”


Sering kita melontarkan tanya “kenpa?” sebagai contoh “ Ya Allah, kenapa begini?” atau “TYa Allah, kenapa begitu?” padahal jawabannya ada pada diri kita sendiri.

Sudah seharusnya kita malu melontarkan pertanyaan itu karena Allah selalu memberikan kita yang terbaik, tak pernah ingkar janji dan subhanallah DIA juga maha pengasih.

Hanya sebagai alarm untuk diri sendiri saja, sebaiknya kita memang mengurangi pertanyaan “kenapa?” kepada Allah. Karena jawaban itu kita yang tahu. Kita mendapatkan masalah, kalau kita telusuri sebenarnya sumbernya juga dari kita sendiri.

Hanya meyakini satu hal, Allah sudah dan selalu memberikan yang terbaik yang seharusnya yang kita lakukan adalah bersyukur bukan banyak tanya.

Saya sebel lho kalau sering ditanya-tanya dengan pertanyaan sama, he he he. Karena Allah maha baik saja makanya Dia tak pernah sebel dengan kita, sebenarnya sadar atau tidak pertanyaan yang kita lontarkan itu intinya sama.

Have a pleasant day and Allah loves you 😉