Rejeki Nomplok | Nemu Duit

Pernah, eh bukan pernah tapi sering sekali saat kepepet dan kantong menipis saya mulai beres-beres tas, dompet (karena saya juga memiliki dompet lebih dari satu) dan beberapa saat kemudian saya melompat kegirangan karena saya menemukan segepok uang (biar kesannya banyak padahal cuma beberapa lembar 50-an ribu kadang selembar seratus sama puluhan ribu, he he he) di selipan dompet-dompet atau tas itu.
Continue reading

Cinta Damai atau Tidak Berani Bersuara?

Di dalam sebuah komunitas, sering kali kita terjebak dalam satu statement “Cinta damai” saat menghadapi konflik atau suatu permasalahan. Kita tidak akan tahu, apakahj kita terjebak dalam statement itu atau tidak sampai akhirnya kita benar-benar merasa dirugikan atau tidak nyaman berada di dalam komunitas itu. Jika, alasan mengapa kita menetap di dalam komunitas itu hanya “tidak ada pilihan, karena harus” karena terlalu sering kita menghadapi konflik dan masalah dan kita cenderung diam dan membiarkannya berlarut-larut.
Continue reading

Diskusi Para Pekerja

Hal yang jarang saya lakukan berdiskusi tentang pekerjaan dengan teman-teman saya, kecuali berdiskusi tentang bisnis-bisnis kecil yang tak pernah saya konsisten jalanin, he he he
Continue reading

Attitude is Everything

Bukan kali pertama saya membahas mengenai attitude dikarenakan saya melihat ada banyak orang yang notabene berpendidikan tinggi-pun masih belum bisa memberikan satu contoh attitude yang cukup baik di tengah-tengah pergaulan dan dunia kerja.

Continue reading

Breaking News! Lion Air Gagal Mendarat di Ngurah Rai Air Port

Dan lagi-lagi terjadi, pesawat Lion Air yang sepertinya ada banyak perbaikan  dan memiliki maentenance yang lebih baik gagal mendarat di bibir pantai German yang letaknya tak jauh dari landasan pesawat di Bandara Ngurah Rai, Bali.
Continue reading

Birokrasi itu sama dengan sulit

Saya tak pernah kritis terhadap masalah politik di negara ini karena saya juga tak begitu tertarik dengan tetek bengek politik, namun saya berusaha untuk sedikitnya tidak terlalu buta terhadap berita-berita polotik di negara tercinta saya ini.

Tapi, kali ini bukan politik yang akan saya bahas namun terlebih pada birokrasi yang ada di negara saya ini. Birokrasinya sangat ribet dan itu sangat memusingkan buat seorang yang menyukai ke-simple-an. Saya jadi berpikir, bagaimana negara bisa maju jika terlalu direbetkan dengan birokrasi yang ruwet?

Negara tercinta ini, maju belum ruwetnya yang diduluin.

Saya berharap, berharap sekali birokrasi di negara ini dipersimple agar tak terdengar di sana and sini orang mengeluh “birokrashit” karena mereka tak dibuat mudah atau dipermudah dengan birokrasi yang ada melainkan lebih sulit.

 

Nadzar

Pernahkah kamu bernadzar? Saya kira sih hampir semua orang pasti pernah bernadzar, karena nadzar ini seperti merupakan sebuah janji kita kepada sang maha kuasa jika apa yang kita ingini itu menjadi nyata.

Saya kemarin bernadzar, berucap janji bahwa saya akan membeli 4 bungkus Tahu Tek-Tek Bapak itu jika malam ini dia berjualan, dan ya dia jualan.

Uang yg saya keluarkan untuk Nadzar ini memang tidak seberapa tapi….. Ya, bagi yang tidak membaca kisah Penjual Tahu Tek-Tek artikel saya sebelumnya tidak mengerti apa tujuan saya bernadzar dan saya bernadzar untuk apa.

Saya bernadzar jika Bapak jualan Tahu Tek Tek malam ini berjualan saya akan beli 4 bungkus dan membayar untuk 5 porsi. Dan Bapak ini jualan tepat di malam ke-4 sesuai perhitungan.

Jadi, bukan uang yang menjadi permasalahannya namun ini tentang timing alias waktunya! Saya beli di jam 11 malam di mana semua isi kost sudah tidur, jadi yang menjadi masalah sekarang bagaimana menghabiskan 4 bungkus Tahu Tek-Tek ini?

Tapi, janji sudah terbayar 😀

Murtad part #2 – My Stupid Boss Syndrome

Jadi, buku yang saya beli adalah Percepatan Rejeki yang ditulis oleh Bang Ippho karena saya masih penasaran dengan buku-buku pakar otak kanan ini, The Magic yang ditulis oleh penulisnya The Secret, awalnya sih saya mau beli Quantum Ikhlas tapi kayanya di Gunung Agung buku ini sudah tidak ada. Buku ke tiga Adalah How to win Friend and Influence People yang ditulis oleh Dale Carnegie, buku ini sudah pernah saya baca versi Inggrisnya tapi karena penasaran apakah edisi terjemahan itu isinya sama maka saya ambil, he he he aneh, ya? Nah, yang ke empat ini yang membuat semua orang berebut ingin membaca! Buku apakah itu?

Teman, sudah pernah membaca salah satu serial “My Stupid Boss?” saya yakin pasti banyak yang sudah tahu, saya beli ini tidak ada modus apa-apa lho…apalagi sampai berpikir bahwasannya saya punya pemikiran sepertiitu terhadap boss saya, nope! My boss isn’t stupid, kalau berbuat sesuatu yang konyol sih kadang iya…tapi kan everybody does, ya gak?

My stupid boss ini, buku yang lucu dan pasti bikin kita ketawa cekikikan! Kalau dulu saya piker Mr. Bean Jokes Book atau Kambing Hitam lucu ternyata yang ini lebih lucu, alami gitu,….meski terpikir juga apa iya sih ada jenis boss kaya dia? Parah banget soalnya! Kalau iya pasti-lah udah tumbang tuh perusahaan karena kalau dilihat dari ceritanya sih hubungan dengan karyawan dan supplier tak baik, tapi masa bodoh….toh buku ini ditulis untuk menghibur, he he he

Buku lucu ini berhasil membuat saya, adek dan calon suami saya berebut ingin membaca karena kalau sudah membacanya kami mulai cekikikan sendiri! Hanya dalam 2 hari buku yang tebal itu saya dan adek saya selesaikan! Yang butuh hiburan, buku ini recommended banget!

Murtad part #1 – Membaca & Menulis lagi!

Entah sudah berapa lama saya sudah tidak menulis pun membaca, padahal saya selalu bercerita ke siapa saja kalau menulis dan membaca adalah passion saya, see bukan sekedar hobby lho tapi passion! Kok, saya serasa mengkhianati diri sendiri.

Saya sedang menapaki kehidupan baru saya, ya…akhirnya setelah beberapa kali gagal akhirnya ada yang melamar saya juga (apa maksudnya?) dan insyaallah hanya menghitung bulan kami akan menikah, ya…bukan berarti oleh karena sibuk dengan calon suami saya saya jadi meninggalkan hobby yang saya cintai tentu saja tidak, karena dia mengenal saya pasti juga dari membaca tulisan saya, betul tidak? Jadi, saya memang benar-benar sibuk sehingga di saat senggang saya memilih tidur dan sisahnya itu tadi…saya harus mulai membiasakan diri untuk tidak terlampau konsentrasi dengan diri sendiri.

Jika saya bilang kesibukan saya paling banyak adalah pekerjaan kantor, pasti ada yang bilang time management saya kurang bagus! Honestly, terkadang saya merasa waktu 8 jam yang diberikan kepada saya memang tidak cukup untuk merampungkan semua pekerjaan itu, setiap pulang (jam 7 atau jam 8 malam) pasti masih ada outstanding task di agenda saya, belum lagi kalau pas ada sales baru saya harus training dia, paling tidak 2 jam waktu saya invest ke dia. Memangnya saya trainer, ya? Well…ya maybe suatu saat nanti saya akan menjadikan pilihan profesi trainer saat saya sudah men-training minimal 250 orang! He he he he

Nah, entah kenapa beberapa hari yang lalu hatis ay aini berontak, merontah-rontah, berteriak (sedikit hiperbolis, he he) ingin menulis dan membaca! Akhirnya dalam waktu istirahat I took 10 minutes to write an article in Kompasiana dan pulang kerja pergi ke Gunung Agung (took buku terdekat dari kost dan paling dekat dengan araea yang jual banyak macam makanan) dan langsung saya membeli 4 buku!

Buku apa saja yang saya beli? Mau tahu? Mau tahu aja apa mau tahu banget? He he he