Bali Menuju Swasembada Pangan

Bali Menuju Swasembada Pangan merupakan hal yang harus disambut gembira, artinya kita tidak akan menemukan banyak pengurukan lahan pertanian untuk bangunan-bangunan lagi untuk tujuan komersial. Karena jujur, hotel, villas dan resort sudah lebih dari cukup kalau menampung wisatawan yang datang … Continue reading

Core Value DeZavo

Beberapa saat lalu saya pernah menulis tentang DeZavo Indonesia, perusahaan yang Saya dan Partner saya kokohkan sebagai Social Company, karena core value DeZavo ya sharing. Di mana CSR kita menempati urutan pertama dan utama dan perhitungan profit kami. Kalaupun selama ini kami mengatakan 10% Sharing Profit untuk kegiatan CSR akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Lebih. Continue reading

Hanya pertanyaan di antara kesibuka jalan

image

Di setiap perjalanan pulang kerja, tidak jarang saya dan suami berbincang tentang banyak hal. Entah kenapa pas perjalanan pulang, karena kalau pas berangkat kami focus dengan suara di radio yang kadang membuat kami terbawah suasana sehingga tertawa terbahak-bahak.

Continue reading

Mengurus Surat Pindah

Jadi hari ini, suami mencoba mau membuat surat KK baru untuk kami sekaligus membuatkan saya KTP. Menurut suami sih, kalau KTP sudah mati akan mudah membuat KTP baru. Tapi, ternyata tidak demikian saya tetap diwajibkan mengurus surat pindah.

Bukannya saya tidak mau mengurus surat pindah, sih. Saya sudah pernah mencoba akan tetapi cuma sampai di Kelurahan saja saat saya mencoba memakai jasa karena saat itu saya sedang diburu waktu, penerbangan saya jam setengah 6 sore, sedang perjalanan dari rumah ke Juanda kurang lebih 3 jam. Sayanganya orang Kelurahan bilang tidak bisa memakai jasa, karena di catatan sipil nanti akan dibutuhkan cap tiga jari! Ah, masa? saya juga bingung, macam ijazah saja.
Continue reading

Warung Hoax

Setelah membaca artikel-nya Acacicu.com mendadak saya diingatkan kembali dengan satu peristiwa 2 tahun yang lalu. 2 tahun yang lalu menjelang lebaran, tepatnya menjelang saya pulang kampung seorang teman sekampung, cowok mengajak saya dan sepupu keliling kota Denpasar. Dia bilang, malam itu kami bisa minta makan apa saja dan dia yang akan mentraktir. Tentu saja saya sambut gembira meskipun esoknya kami masih akan menempuh perjalanan bersama.

Continue reading

Hello World! It’s not 1942

Cerita ini bermula pada saat jam makan siang, obrolan seru memang selalu dibuka di jam makan siang karena ini jamnya mengendorkan otak setelah kita mikirin pekerjaan, right? He he he

Adik saya bercerita tentang pengalamannya di jalan raya kemarin sore, dia bilang bertemu dengan anak SMA yang kebut-kebutan dan adik saya berusaha mengingatkan saja karena kondisi jalanan yang padat terlihat sangat bahaya untuk kebut-kebutan, eh si anak SMA tidak tahunya berhenti dan mundur melihat plat motor adik saya dan dikarenakan plat motor adik saya “N” yang artinya itu dari Malang dia marah-marah dan menyumpahi adik saya, dalam Bahasa Indonesia kurang lebih seperti ini:
Continue reading

Bintang Jatuh

IMG-20130614-00065
Mereka bilang “bintang yang sudah tidak berpendar” begitulah… Dikarenakan saya sudah tidak pernah lagi update blog, apalagi BW! Akan tetapi, saya memang merindukan masa-masa di mana saya rajin ngeblog, banyak teman, nambah ilmu dan silaturahmi kian erat. Iri rasanya melihat teman-teman yang bisa meng-optimasikan blognya.
Continue reading

Breaking News! Lion Air Gagal Mendarat di Ngurah Rai Air Port

Dan lagi-lagi terjadi, pesawat Lion Air yang sepertinya ada banyak perbaikan  dan memiliki maentenance yang lebih baik gagal mendarat di bibir pantai German yang letaknya tak jauh dari landasan pesawat di Bandara Ngurah Rai, Bali.
Continue reading

Pecalang

Wew, saya awali cerita saya dengan “wew” pastilah bukan sesuatu yang menyenangkan, ha ha ha

Sebenarnya ini adalah hal yang lucu, kalau saat itu saya pernah bercerita bagaimana pecalang menggedor pintu kost kami seperti polisi menggrebek seolah kami sedang mengadakan pesta sex atau narkoba nah kali ini saya ingin bercerita bagaimana kami menghindari pecalang itu, tapi kami menghindari bukan karena kami tidak memiliki kipem atau kami tidak memenuhi kewajiban yang mereka bebankan pada kami, tentu tidak…semua sudah kami penuhi tepat waktu jika mereka meminta. Kali ini saya benar-benar malas meladeni mereka, entah itu cuma bosa-basi atau apalah. Mungkin tindakan saya tidak benar, tapi saya memang sudah tidak suka saja dengan mereka.

Nah, karena lagi-lagi saya memang tak bisa menghindarinya.
Kali ini saya tanya ke mereka, apakah tidak bisa besok pagi? Dia bilang “ini wilayah saya jadi saya bisa saja menggedor jam 12 malam atau jam 3 pagi” wow, saya kaget bulan main, lalu saya tanya “trus, etika bertamu gitu udah ditiadakan, ya?” Eh, dia marah “jangan ngajari saya, kamu harus mentaati peraturan, saya mau periksa kipem” katanya, saya serahkan kipem saya dan saya bilang akan segera saya perpanjang kalau sudah waktunya.

Tapi, dengan kesan pertama yang seperti ini jujur saya malas deh Endah nanti mau suruh bapak kost aja kali buat perpanjang.

Sekali lagi saya harus mengungkit kost saya yang lama, mereka lebih sopan, bertanya baik-baik, menjelaskan dengan ramah, kenapa yang ini tidak bisa??

Ya…saya harap hanya karena punya kekuasaan mereka tak melupakan etika, orang seperti saya dan saya yakin banyak yang lain seperti saya lebih respect dan hormat pada mereka-mereka yang punya etika dan sopan santun.

Postingan ini saya buat tanpa ada maksud apapun selain mengingatkan betapa kita warga Indonesia yang terkenal dengan keramah tamahannya tidak berlaku kurang sopan seperti bapak-bapak pecalang yang saya ceritakan tadi.

Semoga weekend kita menyenangkan, sahabat 😉