Pecalang

Bagi teman atau sahabat yang tinggal di Bali tidak asing lagi pastinya dengan pecalang, saya sudah hampir 3 tahu di Bali jadi juga lumayan familiar dengan namanya pecalang.

Menurut info dari bapak kost saya yang lama, pecalang itu kalau di Jawa seperti hansip yang tugasnya menertipkan. Tugas yang mulia.

Biasanya pecalang memakai baju hitam plus memakai kain Bali, terlihat gagah dan keren, honestly 🙂

Tapi, jujur ada 1 yang membuat saya kurang sreg dengan bapak-bapak pecalang ini yaitu salah satu tugas mereka adalah menertipkan pengadaan kipem karena semua warga pendatang harus membuat kipem dengan harga yang beragam 30-70ribu kalau tidak salah, kebetulan saya kena yang 70ribu dan ini hanya berlaku 3 bulan (!).
Bagi yang tidak tahu Kipem, Kipem adalah Kartu tanda kependudukan sementara yang harus diperbarui setiap tiga bulan untuk pendatang dari luar Jawa sedang penduduk Bali sendiri per 6 bulan. Saya sih kepikiran mau buat KTP, ternyata biayanya cukup mahal yaitu selain harus mengurus surat pindah biayanya juga satu juta lebih (!) dna ini-pun karena sudah ada yang kita kenal di banjarnya. 1 juta? buat bayar kost saya perbulan, he he he
Continue reading

Asean Blogger Conference Bali

Kayanya kesibukan benar-benar menjauhkan saya dari blog ini, tapi saya tidak akan membiarkan ini terjadi karena menulis telah menjadi passion saya meski yang saya tulis banyak yang nggak jelas 😀

Tadi, saat pulang kantor (tumben gitu pulang lebih awal) maunya update blog tapi saya bingung mau nulis apa dan baru keinget ternyata saya ada PR buat cerita tentang acara Asean Blogger Conference Bali tanggal 16 November yang lalu.
Mungkin sebagian cerita sudah terlupakan, jadi ya…anggap saja apa yang saya tulis emang beneran mengesankan sehingga masih nempel di hati dan akhirnya ditulis di sini, heeee

Asean Blogger Conference Bali yang kita singkat jadi ABC Bali sebenarnya sudah saya dengar sejak sebulan sebelumnya dari teman dBlogger tapi saat itu sih saya masih ragu apa bisa datang karena intense kerjaan yang padat sangat susah untuk ambil libur di hari-hari efektif apalagi Rabu, seemed like imposible but Alhamdulillah kayanya boss ngerti kalau saya ini selain meng-assist dia juga berprofesi sebagai blogger kambuhan :mrgreen:

Sebelumnya, pas anak-anak blogger Bali pada ribut membahas ABC saya temasuk yang beneran santai, bisa ikut syukur nggak ya mo gimana lagi tapi dalam hati beneran pingin ikut! Sampai akhirnya dapat invitation di FB buat hadir di acara penyambutan peserta ABC dari beberapa kota di Indonesia dan juga beberapa negara Asean lainnya di….(ooops, maaf saya lupa nama museumnya, ada sih di HP tapi HP lagi mati and charger ketinggalan di kantor :D) acara dinner itu sebenarnya bukan cuma buat penyambutan tapi merayakan ulang tahun BBC atau Bali Blogger community. Well, baru kali ini lho saya sadar ternyata BBC yang bannernya saya pasang memiliki banyak kegiatan kemanusiaan yang jujur saya suka banget. Mereka peduli banget pada pendidikan anak-anak di Bali.
Continue reading

Thursday feel like Monday!

Sebenarnya ini hari Kamis kan tapi kenapa aku jadi merasa seperti Senin ya? He he he, gak jelaaasss…bukan karena aku jadi malas lho, bukan banget. Tapi terlebih pada aku jadi ngantuk terus sepanjang hari.

Padahal kalau aku hitung jam tidur udah lumajang eh lumayan banget, masih sama seperti biasanya; tidur jam 11 bangun jam 5 tapi kok ya masih aja ngantuk….dan aku merasa banget ini hari Senin and again its not because I don’t like Monday but, the opposite I love Monday (bohong ya?he he he). Well, aku gak pernah pilih kasih kok aku suka setiap hari dalam satu minggu itu cuman kan kalau Minggu sehabis libur biasanya masih terbawah suasana santai makanya bawaannya pingin nyantai.
Continue reading

Verona

Sebuah perjalanan panjang dan penuh liku yang ditempuh Verona demi mencari kebenaran akan nikmat yang sesungguhnya, lebih dari kenikmatan yang direngguhnya setelah bersetubuh dengan laki-laki paling jantan manapun. Kebimbangan selalu mengikuti bahkan saat dia memulai mendapatkan sedikit demi sedikit arti nikmat dalam kehidupan yang sedang dijalaninya sekarang.

Verona hanyalah gadis muda yang masih mencari jati diri, dirinya masih sering terombang-ambing oleh kenikmatan syurga dunia. Persahabatannya dengan Citra gadis baik-baik yang ditemuinya di bandara saat perjalanan dari Malang ke Bali membuatnya menemukan cara lain dalam menikmati hidup, dia lebih mengerti bahwasannya “kenikmatan” yang sering dia cari itu ada yang menciptakan, “kecantikan” yang dimilikinya itu juga bukan apa-apa melainkan pembungkus. Citra membuka matanya akan dunia lain selain dunia ranjang (shit! Verona menyumpahi dirinya yang tak pernah lepas dari kenikmatan permainan di ranjang).
Continue reading