Apa yang kau pikirkan?

Saya melihat seorang Bapak tua, di punggungnya ada sebuah lemari pintu dua dia melangkah terhuyung menyusuri jalanan yang teramat panas. Dia berjalan terus menelusuri jalan berharap ada yang memanggil dan membeli lemari yang di bawahnya. Mukanya lusuh dan kusam.

Di tempat lain, saya melihat seorang lelaki tua yang berjalan dari kompleks perumahan ke perumahan yang lain sambil memukul-mukulkan ember barang dagangannya, berharap ada yang memanggil dan membeli embernya tapi sayang tak seorang pun yang membelinya karena di rumah pun sudah ada tumpukan ember tak terpakai.

Di pasar, saya melihat ibu-ibu tua yang menahan lelah karena sekeranjang belanjaan yang ada di atas kepalanya, dia berjalan terhuyung menulusuri jalan tanjakan menuju lokasi parkir. Ternyata dia hanya buruh angkat barang di pasar itu, dia tersenyum penuh syukur setelah menerima lembaran 5 ribu dari ibu-ibu si pemilik belanjaan.

Continue reading