Sorry, saya bukan cewek gampangan…

Setiap saat, setiap waktu pasti kita akan bertemu dengan namanya orang yang hobbynya ngrecokin dan membuat kita galau, mau tahu salah satu contohnya?

Banyak, sih…saya agak susah juga sih memberi contoh, tapi yang paling simple saja ni saat kita memutuskan untuk membeli sesuatu dengan pertimbangan matang, bahkan sampai dibela-belain puasa Senin – Kamis (yang ini lebay :D) eh, datang sahabat yang bilang “Jangan ini, ini nanti begini lho..ini nanti begitu lho…” Pendapat orang lain, dalam hal ini sahabat emang penting lho…tapi tunggu dulu jangan asal pakai, pikir dulu dunk..emang sahabat kita ini sudah memiliki barang yang mau kita beli, dia ada pengalaman? atau minimal beneran gak sih dia tahu apa kegunaan dari barang yang kita beli ini? Ini yang saya maksud jangan jadi orang gampangan…kenapa begitu? karena kita kan juga sebelum membuat keputusan sudah mikirnya mateng-mateng bukan yang spontan.
Continue reading

Pengakuan Dosa


Saya ingin melakukan pengakuan dosa, bahwa betapa buruknya mood saya akhir-akhir ini. Dan iya, lagi-lagi bukan karena pekerjaan semata, melainkan banyak hal lainnya yang memang mendukung sekali mood saya menjadi buruk.

Saya nggak tahu, sebenarnya apa penyebabnya tapi begitulah…bisa jadi karena kecapekan tapi meski kecapekan sih saya enjoy saja kok, cuma yaitu saya kalau lagi kecapekan gitu paling pusing kalau yang saya dengar dari kana-kiri saya itu bukan support malah berbagai teguran positive yang sebenarnya mengkhawatirkan saya, tapi….saya tidak mau lho ada dalam keadaan ini jadi saya nggak bisa lari dalam keadaan ini jadi tolong support saya itu saja.
Continue reading

Puasa itu harus sabar


Iya…saya tahu “PUASA ITU EMANG HARUS SABAR” tapi, saya tak tahu kenapa saya tak pernah meng-update blog ini dan begitu meng-update isinya saya malah ingin marah dan teriak-teriak saja.

Saya sedang capek saja, kok ya sih orang ini nggak bisa menjaga perasaan? Kok ya…orang ini nggak merasa malu begitu?

Haduuuhhhh, beruntung saya nggak muntaf di depannya tapi di dashboard ini! yeah….I feel better now…

Awas ya, kalau sekali lagi seperti itu saya nggak janji bisa menahan emosi saya lagi!

Ping Pong yang emosi

Ping Pong? Udah pernah main Ping Pong? saya nggak pernah tapi kalau ada email langsung balas, terus ada balasan lagi, kita balas dan dia membalas lagi biasanya di kantor kami sebut “ping pong” ah ini hanya istilah kami saja, he he he he

Dan ini adalah sebuah hubungan antara ping pong dan emosi, di mana ada e-mail yang tak seharusnya di CC ke saya, saya balas dengan enak dan bahasa saya eh balasannya malah bikin kepala saya panas untung puasa sehingga tak terbawa emosi. Kami ini kan cuma ngerjain tugas, atasan nyuruh apa ya kita kerjakan kadang ada tugas yang tidak detail saat bertanya detailnya atasan menjawab ” just do it or otherwise there will be more questions appears” sesal saya kok saya yang disuruh “because we trust you” begitu katanya.

Ah…ternyata ini yang menyebabkan ping pong dengan mantan karyawan yang di non activekan itu emosi dan finally dia nge-judge saya “stabbing friend” saya ngurut dada, hanya Tuhan yang tahu, mungkin saya salah tapi tak sedikitpun terlintas untuk seperti itu karena saya hanya menjalankan tugas. Kesannya saya cuma “yess, boss!” lha, tapi kalau perintahnya cuma “tolong info si A because we gonna have meeting with her” saya kira juga ini hanya regular meeting dan yes, this is my job untuk set up meeting, info ke karyawan lain jika ada meeting-meeting kan that what am I for here?!

Kadang posisi kita membuat kita dimusuhi teman? tapi, kalau teman itu tahu dan kenal kita maka mereka akan bersikap profesional “aku kenal kamu” umumnya sih gitu, tapi emang gak semua kenal kita dengan baik.

Hidup emang jadi hambar ya tanpa konflik, enjoy dech! He he he he

#Life Leap