Terlampau Peduli

Saat orang-orang terlalu peduli dengan apa yang terjadi dalam kehidupan kita dan kita bingung memikirkannya maka yang terjadi adalah kegalauan berjama’ah. Kita galau dan orang-orang terdekat kita pun galau.

Di saat banyak orang bergunjing dan membicarakan kehidupan kita, yang mesti kita ingat adalah mereka itu adalah penonton, mereka akan bertepuk tangan saat melihat tontonan bagus dan bersorak-sorai saat tontonan yang mereka lihat tidak-lah seindah yang mereka bayangkan. Kita jangan hidup dalam bayang-bayang “gunjingan”orang lain yang tidak tahu persis bagaimana hidup kita sebenarnya.

Hidup ini terlalu indah untuk memikirkan apa kata orang yang hanya melihat kita dari luar, mereka tak akan datang membantu saat kita butuh karena mereka yang bergunjing hanyalah orang-orang yang sebenarnya iri terhadap kehidupan kita, be happy 😉

Kenangan Tersisah

Minggu sore itu, tanggal 18 March 2012, seperti biasanya aku, adik dan sepupuku berkumpul di kamar, kami bersendah gurau sambil nonton TV dan satu lagi aku yang entah kenapa jadi ketularan adikku yang sok-sok an memfoto diri sendiri, sok narsis, sok cantik, sok imut.

Tak ada firasat apa-apa, kami tertawa cekikikan karena cerita-cerita konyol atau sekedar celetukan dari bibir kami masing-masing yang emang ngasal dan diucap tanpa pikir panjang, hingga tawa kami terhenti saat adikku menerima telpon tapi hanya sebentar kemudian aku dan sepupuku lanjut cerita sendiri-sendiri lagi sedang adikku keluar karena ada pacarnya di ruang tamu. Saat asyik bercanda dengan adikku tiba-tiba saja HP adikku berdering lagi, mukanya tampak serius, pikirku pasti yang telpon pertama tadi makanya aku tetap cekikikan gak jelas, tapi tiba-tiba adikku berteriak keras “Diam, Mbak! dengerin ini! Mbah nggak ada, mbah meninggal” ucapnya dengan mata berkaca-kaca, pikiranku langsung blank, aku bingung, kacau, di saat adik dan sepupuku menangis aku malah seperti orang kebingungan, aku mencoba menelpon Bundaku tapi tak diangkatnya, mencoba mengecek penerbangan rupanya paling malam pun jam 9 sedang saat itu sudah hampir setengah 9. Saat itu aku benar-benar BLANK.
Continue reading

Bagaimana hidup kamu?

Picture taken from GoogleBagaimana hidup kamu? Hidup saya indah teman terlepas dari segala permasalahan yang datang silih berganti dalam kehidupan saya, ya semuanya indah.

Hidup itu indah di saat kita bisa menyikapi segala anugerah-Nya dengan tepat dan benar. Anugerah Tuhan itu bisa berupa ujian, rejeki dan lain sebagainya.

Saya sadar, sesadar-sadarnya bahwasannya besar kecil sebuah masalah itu tergantung bagaimana kita menyikapinya, iya! ternyata tak ada masalah besar itu, semua masalah biasa saja bukannya tak serius namun buat apa kita samapi dibuatnya stress lantas kita jadi hilang focus pada sebuah solusi? Bukankah mendingan kita tenang dan focus pada solusi?

Cuek sangat membantu kita menikmati hidup, cuek bukan berarti tak peduli namun lebih pada memikirkan solusi-solusi apa untuk masalah yang sedang kita hadapi. Life is beautiful, life is great!

Kegelisaha, kegundahan sirnalah sudah! Semoga keyakinan kita akan keberadaan Tuhan tidak membuat kita terpuruk dalam satu masalah.

Life is beautiful, all it depends on how we think about life.

Bagaimana hidup sahabat?

Intuisi ata Kata hati?

Percaya dengan kata hati? Well, percaya and tidak ya…tapi kalau saat itu saya merasa diri saya dekat banget sama Tuhan (meski Tuhan selalu hidup di hati kita) saya akan mempercayainya karena kata hati itu berhubungan dengan rasa nyaman.

Saat saya bertindak sesuatu dan menuruti kata hati biasanya itu akan menimbulkan rasa nyaman, dan biasanya sih kalau “Chatter Box” di dalam diri saya mulai meributkan untuk sebuah keputusan yang saya ambil saya akan mulai perbanyak dzikir saja (dzikir gak harus saat sholat, kan?) karena untuk keputusan-keputusan besar “Pro” & “Kontra” itu selalu ada.
Continue reading

Bukan cuma Romeo dan Juliet

Saat cinta tak mampu memelukmu, mungkin kau akan kecewa dan merutuk nasib yang tak memihakmu namun mungkin di saat seperti ini kamu mulai belajar menghargai cinta yang datang padamu. Menghargainya, dengan tidak melepaskannya jika kau memang menghendakinya bukan terpaksa tapi karena kau ingin bersamanya.

Hanya sebuah kiasan, tak ubahnya rangkaian kata-kata indah yang kau permanis agar apa yang ingin kau sampaikan tak menyakiti hati seseorang namun ini bukan hanya sebuah cerita tentang kata kiasan, namun sebuah cinta sebenarnya yang entah disebut cinta tak sampai, penyesalan, jodoh, nasib atau…..entahlah semua berhak menilai ini hanya sebuah kisah yang berakhir indah untuk seseorang dan tragis untuk yang lainnya. Mungkin memang benar statement “Bahwasannya untuk sebuah kebahagiaan harus ada seorang yang berkorban” saya tak setuju tapi, begitu yang tejadi di sini….
Continue reading