Sebuah surat…….

Love LetterMengirim surat adalah hal yang senang saya lakukan semenjak kecil karena saya dulu termasuk orang yang mengalami kesulitan untuk bercerita. Saya sangat bersyukur meski tak pintar saya menyadari kekurangan saya mengenai komunikasi.

Banyak hal-hal yang saya simpan dan pendam dalam hati dan saya sampaikan lewat surat, bahkan dulu saat ingin menyampaikan sesuatu kepada Bunda dan tidak berani mengungkapkannya saya akan sampaikan lewat surat. Mungkin kalau jaman sekarang lewat SMS tapi, percayalah rasanya akan berbeda saat kita menulis surat. Di sana ada tulisan tangan kita yang akan diketahui juga bagaimana kondisinya saat menuliskan itu secara intuisi.
Continue reading

Apa Peliharaan kita?

Apa sih peliharaan kita? Kucing? Kambing? Heee, bukan itu..

Saya sering banget bercanda dan membahas masalah habit dengan teman kantor ataupun sahabat-sahabat saya, bukan suatu bahasan yang serius hanya bahasan ringan dan sifatnya lebih ke joke.

Contoh kasusnya: Teman saya bilang “Han, kamu tuh napa sih kalau habis minum pake sedotan trus suka banget gigit-gigit sedotannya ampe gak berbentu begitu” eh, saya dengan bangga dunk bilang “ ya….aku udah terbiasa sih, emang napa? Sirik ya?”
Continue reading

Reuni

“Deg” rasa-rasanya ada sesuatu yg nyetrum saat melihat senyum itu, potongan rambut itu, penampilannya, gaya berjalannya, saya seperti pernah mengenali dia entah di mana dan entah siapa karena profesi saya sebagai seorang manajer project sangat memungkinkan bertemu banyak orang. Ya, karena tak mampu mengingat siapa dia akhirnya saya cuekin saja dan segera memasuki ruang meeting yg sudah disediakan oleh lembaga pemerintah ini meski saya rasa masih ada yang aneh karena saya rasa pria itu jg menatap saya dengan tatapan penasaran dan berusaha mengingat-ingat sesuatu. Tapi, masa bodoh-lah mungkin karena saya sudah menatapnya lumayan lama untuk sebuah sekedar lirikan makanya dia jadi jengah dan berusaha mengungkapkannya dengan menatap saya seperti itu, mungkin dia berpikir cewek ini gila pula menatapku kaya begitu.

Saya ayunkan langkah percaya diri saya seperti biasa, mengekor langkah boss yang juga turut serta dalam meeting kali ini. Perusahaan kami sudah biasa mengerjakan proyek pemerintah, namun untuk proyek pemerintah di daerah seperti ini dengan tempat wisata yang belum cukup ter-explore adalah pertama kalinya makanya saya yang mengajukan diri untuk presentasi karena saya takut boss saya dengan kemampuan bahasa Indonesia dengan nila D-(minus) itu malah bikin mereka gak pakai perusahaan kami, lantas kenapa boss saya ikut? Ya buat pemanis saja, hehehehe
Continue reading

Intuisi ata Kata hati?

Percaya dengan kata hati? Well, percaya and tidak ya…tapi kalau saat itu saya merasa diri saya dekat banget sama Tuhan (meski Tuhan selalu hidup di hati kita) saya akan mempercayainya karena kata hati itu berhubungan dengan rasa nyaman.

Saat saya bertindak sesuatu dan menuruti kata hati biasanya itu akan menimbulkan rasa nyaman, dan biasanya sih kalau “Chatter Box” di dalam diri saya mulai meributkan untuk sebuah keputusan yang saya ambil saya akan mulai perbanyak dzikir saja (dzikir gak harus saat sholat, kan?) karena untuk keputusan-keputusan besar “Pro” & “Kontra” itu selalu ada.
Continue reading