Bukan Artikel Cinta

Puisi CintaCinta. Kata orang jika-lah tidak ada cinta pastilah tidak aka nada kehidupan karena kehidupan kita sendiri dimulai dari cinta. Jadi, kenapa haris saling membenci?

Ah, membenci, tentu saja tak akan disebut cinta jika kita tidak pernah merasakan benci. Karena puisi cinta pun tak akan harmony jika selalu bernada indah dan penuh pujian.

Semenjak arti cinta tak universal, kita akan cenderung membenci jika cinta itu sudah tak ada. Itulah kenapa Tuhan Maha Pengasih dan penuh dengan welas asih, Tuhan Maha Penyayang dan tak pernah pilih kasih.

Saya bukanlah seorang pecinta, karena hati saya sangat alot untuk mencinta namun saya mempunyai banyak space untuk menyayangi. Mencintai artinya berikrar tentang kesetiaan, maka dari itu bukan cinta jika kita membagi hati kita untuk orang lain.

Jangan muda katakana cinta jika kita tidak mampu memaknainya, jangan mengatakan cinta jika kita tak ada rasa takut kehilangan dan memilikinya karena cinta adalah possessiveness.

Hanya beberapa kalimat tentang cinta, bukan puisi atau essay tapi inilah cinta….jangan tak bisa ungkapkan cinta hanya karena takut kehilangan harga diri, karena cinta harus mampu melumpuhkan jarga diri dan ego. Ungkapkan cinta, tak harus dengan kata indah atau puitis tapi dengan sikap dan perlakuan. Karena cinta adalah bahasa tubuh tak sekedar sebuah kata “cinta” dari bibir kita.

Sudahkah sahabat menemukan cinta?

Satu Hari Saja!

Sejauh kaki melangkah Dinar tak berani melakukan sesuatu bodoh yang akan membawa masalah dalam cerita kehidupannya, karena sudah berhati-hati pun masalah tak pernah absent menghampiri hidupnya. Life is so complicated.

Tapi, kali ini dia tak dapat melawan ingin hatinya agar dapat berjumpa dan menghabiskan waktu barang sehari saja dengan seseorang yang selama ini dirindukannya, bukan kekasihnya hanya seorang sahabat atau seorang yang pernah dekat dengannya. Kalau hal ini dilakukan dulu mungkin tidak akan apa-apa tapi jika dilakukan sekarang ini akan menjadi suatu masalah, karena Dinar sadar mereka tak akan pernah bisa bersatu. Love is so complicated.
Continue reading

Bukan cuma Romeo dan Juliet

Saat cinta tak mampu memelukmu, mungkin kau akan kecewa dan merutuk nasib yang tak memihakmu namun mungkin di saat seperti ini kamu mulai belajar menghargai cinta yang datang padamu. Menghargainya, dengan tidak melepaskannya jika kau memang menghendakinya bukan terpaksa tapi karena kau ingin bersamanya.

Hanya sebuah kiasan, tak ubahnya rangkaian kata-kata indah yang kau permanis agar apa yang ingin kau sampaikan tak menyakiti hati seseorang namun ini bukan hanya sebuah cerita tentang kata kiasan, namun sebuah cinta sebenarnya yang entah disebut cinta tak sampai, penyesalan, jodoh, nasib atau…..entahlah semua berhak menilai ini hanya sebuah kisah yang berakhir indah untuk seseorang dan tragis untuk yang lainnya. Mungkin memang benar statement “Bahwasannya untuk sebuah kebahagiaan harus ada seorang yang berkorban” saya tak setuju tapi, begitu yang tejadi di sini….
Continue reading

Calon Suami

Amanda melepas lagi baju yang telah dikenakannya, berpatut di depan cermin beberapa kali dan selalu merasa bajunya terlampau minim. Padahal dia telah memakai celana jeans panjang yang memag sedikit ketat namun, blouse panjang dengan lengan panjang. Hampir saja dia mengambil sebuah pashmina panjang dan memakainya sebagai kerudung, namun diurungkan karena dia takut semua orang berpikir aneh terhadapnya. Selama ini Amanda kan tidak berjilbab.

“Manda…” teriak Ibunya keras.

Amanda menatap bayangan dirinya dalam cermin sekali lagi, berputar di depan sana dan memastikan kalau penampilannya sudah sesuai seperti yang dia inginkan. Penampilan yang rapih dan tak mengumbar aurat. Ini memang bukan gaya Amanda, namun Amanda memastikan bahwa kali ini dia harus meninggalkan karakternya yang selalu up to date dan fashionable.

Continue reading

Verona

Beberapa jam Indra mencoba menyelesaikan lukisannya, namun tak nampak ada guratan-guratan menuju titik tertinggi di mana karya itu disebut selesai dan siap dinikmati. Pikirannya sedang jatuh pada gadis berjilbab yang sedang tertidur di kursi malas yang sengaja ia taruh di situ agar setiap selesai melukis dia bisa menghilangkan rasa penat di sana.

Gadis itu telah berubah, entah apa yang telah merubahnya. Kecantikannya semakin terpancar saat angin membuai wajahnya dan saat jilbabnya menutup sebagian wajahnya karena tertiup angin, hanya mata indah itu yang mampu dilihatnya membuat tangan Indra bergerak dan menghasilkan sebuah lukisan abstract “mata indah” yang sedang terkatup sangat indah seperti kelopak bunga, dan sangat damai.
Continue reading

Verona

“Kau percaya takdir?” tanya Verona pada sahabat yang selama ini membantunya untuk memperbaiki hidupnya kemarin sebelum ke rumah ber cat putih yang jauh dari kesan mewah seperti halnya rumahnya di pulau Dewata yang ditinggalkannya. Citra tersenyum sambil mengangguk pasti.
Continue reading

Verona

VeronaAngin September tahun ini masih seperti September 2 tahun lalu, masih dingin dan sangat kuat menggoyangkan ranting-ranting kokoh pohon mangga tua yang masih kokoh berdiri di depan rumah kecil dengan dinding kayu bercat putih, dengan aneka bunga di sekelilingnya. Iya berdinding kayu tetapi sangat indah di dalam kesederhanaan, sangat indah di dalam harmonisasi warna-warna bunga di sekelilingnya, tak banyak kaca dan jendela, hanya satu di setiap kamarnya yang hanya ada 2 kamar di situ, lantai kayu yang sudah mulai usang, dan aroma cat yang akan tercium saat mulai memasuki rumah itu, semakin ke dalam aroma cat itu semakin tercium karena di halaman belakang sana ada seorang tampan yang senang sekali memainkan cat beraneka warna di atas kanvas.

Langkah-langkah kecil riang tanpa beban yeng menyusuri rerumputan di halaman itu kini berubah menjadi langkah anggun penuh peretimbangan, berjalan pelan, langkah anggun yang tak pernah terayun sebelumnya. Verona, pemilik kaki itu. Gadis cantik bermata sayu, dengan cekungan yang indah dan sedikit dalam, khas mata gadis latin, rona merah pipinya masih terlihat segar meski sebagian tertutup jilbab. Jilbab ungu yang dipadukan dress panjangnya dengan warna senada melambai-lambai tertiup angin, bibir tipisnya menyunggingkan senyum yang sangat manis, kini langkah kecewa saat meninggalkan tempat ini menjadi langkah yakin akan sebuah kebahagiaan yang selama ini dicarinya tentang sebuah cinta.
Continue reading