Penjual Tahu Tek-Tek

Sudah tiga malam Bapak penjual tahu tek-tek di depan gang masuk kost saya tidak berjualan, saya sangat khawatir. Jangan-jangan kekhawatiran saya terjadi? Semoga saja kekhawatiran saya itu tidak benar!

Ada seorang penjual tahu tek-tek di depan gang kost saya, sebenarnya kalau di sebut gang sih bukan gang karena jalan masuk ini muat untuk 2 mobil dan jalan itu bernama Jalan Bikini, nama yang aneh bukan? pasti yang terlintas di pikiran orang-orang adalah orang-orang yang tinggal di jalan ini pada pakai Bikini atau banyak yang jualan Bikini atau yang lebih extreme lagi, Bikini Bottom negaranya si Spongebob! Salah semua, karena saya sendiri juga tidak tahu.
Continue reading

Pecalang

Bagi teman atau sahabat yang tinggal di Bali tidak asing lagi pastinya dengan pecalang, saya sudah hampir 3 tahu di Bali jadi juga lumayan familiar dengan namanya pecalang.

Menurut info dari bapak kost saya yang lama, pecalang itu kalau di Jawa seperti hansip yang tugasnya menertipkan. Tugas yang mulia.

Biasanya pecalang memakai baju hitam plus memakai kain Bali, terlihat gagah dan keren, honestly 🙂

Tapi, jujur ada 1 yang membuat saya kurang sreg dengan bapak-bapak pecalang ini yaitu salah satu tugas mereka adalah menertipkan pengadaan kipem karena semua warga pendatang harus membuat kipem dengan harga yang beragam 30-70ribu kalau tidak salah, kebetulan saya kena yang 70ribu dan ini hanya berlaku 3 bulan (!).
Bagi yang tidak tahu Kipem, Kipem adalah Kartu tanda kependudukan sementara yang harus diperbarui setiap tiga bulan untuk pendatang dari luar Jawa sedang penduduk Bali sendiri per 6 bulan. Saya sih kepikiran mau buat KTP, ternyata biayanya cukup mahal yaitu selain harus mengurus surat pindah biayanya juga satu juta lebih (!) dna ini-pun karena sudah ada yang kita kenal di banjarnya. 1 juta? buat bayar kost saya perbulan, he he he
Continue reading