Syair tengah hari…

DSC03418 copySiangku, aku tak berteriak mencarimu bukan karena aku tak cinta padamu
Tapi, siangku terlalu banyak yang memujamu

Kau penuhi dirimu dengan beragam tawa dan canda orang-orang bercengkeramah,
Memaduh kasih, menyuapkan nasi ditengah waktu istirahatnya..

Ah, siang….

Kau hanya menjadi satu lompatan menunggu senja yang kupuja dan kidung malam yang kutunggu
Aku tak memujamu, tapi tetap bagian dari dirimu…

Ah, siang…

Kiranya terik ini berlalu, mungkin aku akan lebih diam dan tak lagi membedakan
Sejatinya , ku ingin memujamu seperti ku puja senja dan malam

Advertisements

Tentang Senja & Malam

Saat itu rona-rona senja tampak gemilang karena sepasang anak manusia berjalan melengkapinya dengan penuh suka, di sisi dunia lain ada rona kecewa yang tak nampak selain kata-kata karena dia tak tahu hendak meminta pertolongan kemana, dia tak mengerti hendak berteriak apa karena kecewa itu dia sendiri yang hadirkan, kenapa? karena dia kurang menghargai apa yang dia miliki selain hanya mengeluh dan berharap yang lebih baik.

Selalu ada yang lebih baik dan tak akan pernah berhenti pencarian itu selama kita tidak mau mensyukuri yang sudah kita miliki. Senja yang indah pun tenggelam ditelan kekecewaan oleh karena kekurang tahuan akan besarnya arti syukur.
Continue reading