Ping Pong yang emosi

Ping Pong? Udah pernah main Ping Pong? saya nggak pernah tapi kalau ada email langsung balas, terus ada balasan lagi, kita balas dan dia membalas lagi biasanya di kantor kami sebut “ping pong” ah ini hanya istilah kami saja, he he he he

Dan ini adalah sebuah hubungan antara ping pong dan emosi, di mana ada e-mail yang tak seharusnya di CC ke saya, saya balas dengan enak dan bahasa saya eh balasannya malah bikin kepala saya panas untung puasa sehingga tak terbawa emosi. Kami ini kan cuma ngerjain tugas, atasan nyuruh apa ya kita kerjakan kadang ada tugas yang tidak detail saat bertanya detailnya atasan menjawab ” just do it or otherwise there will be more questions appears” sesal saya kok saya yang disuruh “because we trust you” begitu katanya.

Ah…ternyata ini yang menyebabkan ping pong dengan mantan karyawan yang di non activekan itu emosi dan finally dia nge-judge saya “stabbing friend” saya ngurut dada, hanya Tuhan yang tahu, mungkin saya salah tapi tak sedikitpun terlintas untuk seperti itu karena saya hanya menjalankan tugas. Kesannya saya cuma “yess, boss!” lha, tapi kalau perintahnya cuma “tolong info si A because we gonna have meeting with her” saya kira juga ini hanya regular meeting dan yes, this is my job untuk set up meeting, info ke karyawan lain jika ada meeting-meeting kan that what am I for here?!

Kadang posisi kita membuat kita dimusuhi teman? tapi, kalau teman itu tahu dan kenal kita maka mereka akan bersikap profesional “aku kenal kamu” umumnya sih gitu, tapi emang gak semua kenal kita dengan baik.

Hidup emang jadi hambar ya tanpa konflik, enjoy dech! He he he he

#Life Leap