www.pantiasuhanbali.com

Sejak dari awal saya dan partner saya Ferdiaz Bookelmann (yang ada di lingkaran saya pasti tahulah siapa beliau) mendirikan DeZavo sebagai perusahaan sociopreneur, kami ingin memberikan banyak manfaat dengan berbagi entah itu ilmu ataupun materi.

Ini adalah tahun kedua DeZavo melalang di dunia hotel supply, masih banyak yang harus kami pelajari dan lakukan. Tahun ini adalah tahun banyak pembelajaran, belajar menjadi pebisnis yang lebih baik dan juga manusia yang lebih baik pastinya. Continue reading

When I was A Teacher

Untuk orang seperti saya yang tidak memiliki jiwa telaten dalam diri sangatlah sulit jika harus menjadi guru. Dulu, dulu sekali Bunda pernah bilang kalau saya harus menjadi guru. Kalau ingat itu saya tertawa, mana mungkin saya menjadi guru? Namun, pada suatu ketika selama hampir satu tahun saya pernah mengisi hari-hari saya dengan mengajar Bahasa Inggris untuk anak-anak usia SD – SMP dan juga mengajar anak-anak usia Taman Kanak-kanan mengenal tulisan.

Continue reading

Yang Penting Niatnya…..

Merujuk postingan saya sebelumnya “Wedges Orange pada paragraph terakhir di mana saya menangis mengetahui Bapak sopir di kantor kami mengambil sepatu yang saya buang buat anaknya, saya tuliskan ini tanpa ada maksu apapun selain sharing dan semoga tidak dianggap riya’ terlebih sombong.

Setelah peristiwa itu saya merenung, otak saya terus berputar dan berpikir. Saya sedih tapi tak bisa membantu, ada semacam rasa marah pada diri sendiri. Ingat perkataan Bunda yang mengatakan tak usah memaksakan diri jika tak mampu tapi hati kecil saya berkata lain, selama ini saya memang tak pernah sungkan membantu jika ada yang meminta bantuan, dengan kata lain saya bersedekah atau memberi jika saya lihat ada yang butuh. Akan tetapi peristiwa ini membuat saya mencari-cari di mana ada lembaga non profit yang bisa menfasilitasi donasi yang tak seberapa itu dan akhirnya saya bertemu kumpulan-kumpulan blogger baik hati yang membentuk yayasan lalu saya mendaftar menjadi donatur tetap walau tak banyak karena gaji saya saat itu jg tak seberapa.

Continue reading