Gadis main hati

Dulu pernikahannya adalah suatu yang sangat membanggakan, ya bagaimana tidak? Untuk beberapa orang menikah dengan seorang prajurit (apalagi AU) adalah satu prestasi tersendiri.

Jadi, tidaklah salah jika Gadis, nenek gadis juga orang tuanya membangga-banggakan Gadis di depan saudara-saudara mereka. Mereka bilang Gadis sangat pintar memilih suami. Gadis masih sangat belia saat itu, mungkin untuk ukuran anak-anak jaman sekarang usianya masih terlalu mudah untuk sebuah pernikahan, karenanya dia masih membawah sifat kekanakan juga jiwa remajanya yang menggebu dan senang bermain-main itu ke dalam pernikahan mereka, analysa ngawurnya “let say, dia masih kurang pengalaman alias masih sedikit mengenal macam-macam karakter lelaki”.
Continue reading

Advertisements

Pelajaran hidup dari Shuma

Gambar hanya ilustrasi

“Apa benar hidup ini indah?”
Satu kalimat yg diucapkan dari bibir mungil Shuma membuat saya berpikir sedikit lama, saya percaya bahwa hidup itu indah apapun warnanya, tapi saya seperti tak punya kata bagaimana menjelaskannya.

“Jika hidup ini indah, kenapa tidak aja yang menyayangi saya? Kenapa semua orang membenci saya” lanjutnya lagi bertubi-tubi. Pertanyaan pertama belum saya jawab, dilontarkannya kembali pertanyaan lain. Sebenarnya saya tahu harus menjawab apa, tapi saya tak bisa merangkai kalimat indah, mudah dicernah dan difahami oleh gadis 9 tahun ini.

Sangat mudah berbicara dengan teman-teman saya yang sedang curhat, menasehati teman atau saudara yang memang seumuran dengan saya, tapi ini dengan Shuma gadis 9 tahun yang seharusnya hanya mengenal bahwasannya hidup ini indah.

“Kenapa Tuhan membuang saya ke rumah kumuh ini, Mbak? Tuhan nggak sayang sama saya” paparnya lagi, saya menarik nafas panjang dan berpikir keras lagi, apa yang harus saya katakan agar dia mengerti apa yang saya maksudkan.
Continue reading

Verona

Beberapa jam Indra mencoba menyelesaikan lukisannya, namun tak nampak ada guratan-guratan menuju titik tertinggi di mana karya itu disebut selesai dan siap dinikmati. Pikirannya sedang jatuh pada gadis berjilbab yang sedang tertidur di kursi malas yang sengaja ia taruh di situ agar setiap selesai melukis dia bisa menghilangkan rasa penat di sana.

Gadis itu telah berubah, entah apa yang telah merubahnya. Kecantikannya semakin terpancar saat angin membuai wajahnya dan saat jilbabnya menutup sebagian wajahnya karena tertiup angin, hanya mata indah itu yang mampu dilihatnya membuat tangan Indra bergerak dan menghasilkan sebuah lukisan abstract “mata indah” yang sedang terkatup sangat indah seperti kelopak bunga, dan sangat damai.
Continue reading

Salah bertanya? jalan-jalan

Ada sebuah pepatah bilang “malu ditanya sesat di jalan” tapi kalau keseringan tanya juga menjengkelkan, he he he

Tapi yang ini lain “Salah bertanya, jalan-jalan” maksudnya? maksudnya kalau kita bertanya pada orang yang salah berhasilah kita mendapatkan informasi yang salah dan akhirnya kita berjalan-jalan! Nah, kalau ini tentang perjalanan rekreasi akan bisa dinikmati (walau agak maksa)lalu bagaimana jika ini tentang hidup? salah kita memilih guru hidup, bagaimanalah perjalanan kita dalam hidup ini?
Continue reading