Verona

Seperti halnya Verona, Indra pun hanya bisa tersenyum mereka layaknya dua orang bisu yang tak bisa berbicara apa-apa selain bahasa tubuh. Mungkin mereka terlalu bahagia. Kalau dulu diam Indra lebih pada menahan diri dari nafsu yang sudah meledak-ledak. Siapa coba yang tidak tergoda dengan sentuhan lembut gadis secantik Verona, kalau sekarang diam itu tak lebih pada kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Indra hanya bisa mendapati mata indah itu berkaca-kaca, ingin rasanya merengkuh gadis cantik dihadapannya ke dalam pelukan namun ada rasa takut, takut yang tak diketahui alasannya hanya timbul secara alami dan begitu saja. Dia akhirnya memaksakan diri untuk tersenyum, melihat bibir tipis Verona yang mencoba bergerak namun tak segera mengeluarkan suara dan membuat Indra menjadi serba salah.
Continue reading