Bintang Kecil Minta Diajak Mengaji

Masih sambungan artikel saya yang kemarin, di mana saya merasa mabok, yang namanya morning sick saya rasakan juga tadi pagi meski pun saya masih bisa beraktifitas seperti biasanya. Saya bingung sekali, karena biasanya saat tidak hamil dengan keadaan seperti ini pastilah saya sudah mengkonsumsi obat dan obat yang diberikan dokter seminggu lalu hanya suplement makanan dan penguat kandungan, hiks, hiks…

Jadi-lah saat suami menjemput di kantor dan pekerjaan saya belum rampung saya minta untuk dipijitin di punggung saya agar saya sedikit entengan dan bisa menyelesaikan pekerjaan, not really work but at least make me feel better deh…

Sampai di rumah, saya menceritakan kembali keluhan pada suami sambil tiduran karena kepala saya benar-benar berat dan badan rasanya lemas. Suami saya sempat mau menelpon dokter kandungan yang seminggu lalu kami temui dan saya juga bilang kalau besok tidak sembuh akan ke dokter. Sambil menahan sakit, saya beranjak dari kasur lalu mengambil wudlu ke kamar mandi dan sholat Magrib.

Continue reading

Calon Suami


Rasanya suasana sepi harus terpecah dengan isak tangis Amanda, saat tangan-tangan Satria berusaha menghabus air mata di pipi halus Amanda dengan cepat Amanda menampiknya. Satria merasa tercekik, dia ingin sekali marah namun dia tak berani, dia takut menyakiti perasaan Amanda yang sangat halus itu. Dan akhirnya dia hanya menahannya, menahan amarah dan mencoba menggali cara agar dia bisa mengorek cerita dari bibir Amanda. Sebagai seorang yang menyayangi Amanda, melihat Amanda menangis Satria ingin sekali memberikan kenyamanan dengan memberikan pelukan, namun lagi-lagi Amanda menolak.

“Aku ini siapa? Aku ini calon suamimu, aku bukan orang asing bagimu” teriak Satria, tapi hanya dalam hati.

Amanda mencoba menguasai hatinya, menarik nafas berkali-kali agar bisa mengontrol emosinya, dia sedang berkeras hati meyakinkan dirinya bahwa, apa yang dirasakannya hanyalah syndrome pranikah yang semua orang juga mengalami. Tapi…..ah, pastilah kasusnya beda dengan yang dia alami sekarang, ini bukan syndrome tapi ini adalah tentang berani dan tidak berani menghadapi kenyataan. Chatter box yang ada dalam hatinya terus berargument, mereka berbeda pendapat dan itu membuat Amanda sedikit gila, ya…walaupun akhirnya dia bisa mengontrol perasaannya.

“Maafkan Manda, Mas…Manda hanya sedang ketakutan saja, mungkin ini syndrome sebelum menikah. Bisa kita teruskan perjalanan, Manda lapar..”
gumam Manda lirih.

Satria yang merasa seperti orang asing mengemudikan mobil, menelurusi jalanan yang terasa sangat panjang. Sangat panjang untuk Satria karena dia diperlakukan layaknya orang asing, sangat panjang buat Amanda karena dia tidak tahu bagaimana harus berlaku adil terhadap Satria, agar tak menyakiti Satria, tapi Satria telah menyakitinya.
Continue reading