Nadzar

Pernahkah kamu bernadzar? Saya kira sih hampir semua orang pasti pernah bernadzar, karena nadzar ini seperti merupakan sebuah janji kita kepada sang maha kuasa jika apa yang kita ingini itu menjadi nyata.

Saya kemarin bernadzar, berucap janji bahwa saya akan membeli 4 bungkus Tahu Tek-Tek Bapak itu jika malam ini dia berjualan, dan ya dia jualan.

Uang yg saya keluarkan untuk Nadzar ini memang tidak seberapa tapi….. Ya, bagi yang tidak membaca kisah Penjual Tahu Tek-Tek artikel saya sebelumnya tidak mengerti apa tujuan saya bernadzar dan saya bernadzar untuk apa.

Saya bernadzar jika Bapak jualan Tahu Tek Tek malam ini berjualan saya akan beli 4 bungkus dan membayar untuk 5 porsi. Dan Bapak ini jualan tepat di malam ke-4 sesuai perhitungan.

Jadi, bukan uang yang menjadi permasalahannya namun ini tentang timing alias waktunya! Saya beli di jam 11 malam di mana semua isi kost sudah tidur, jadi yang menjadi masalah sekarang bagaimana menghabiskan 4 bungkus Tahu Tek-Tek ini?

Tapi, janji sudah terbayar ūüėÄ

Penjual Tahu Tek-Tek

Sudah tiga malam Bapak penjual tahu tek-tek di depan gang masuk kost saya tidak berjualan, saya sangat khawatir. Jangan-jangan kekhawatiran saya terjadi? Semoga saja kekhawatiran saya itu tidak benar!

Ada seorang penjual tahu tek-tek di depan gang kost saya, sebenarnya kalau di sebut gang sih bukan gang karena jalan masuk ini muat untuk 2 mobil dan jalan itu bernama Jalan Bikini, nama yang aneh bukan? pasti yang terlintas di pikiran orang-orang adalah orang-orang yang tinggal di jalan ini pada pakai Bikini atau banyak yang jualan Bikini atau yang lebih extreme lagi, Bikini Bottom negaranya si Spongebob! Salah semua, karena saya sendiri juga tidak tahu.
Continue reading