Surat Airin


Dear Mama,

Hari ini lagi-lagi aku menangis, aku melihat Tania yang buru-buru menelpon Mamanya hanya dengan alasan dia merasa Mamanya sedang memikirkan dia. Kenapa aku tak dapat demikian terhadap Mama? Bahkan saat Mama sakit pun aku tidak tahu karena aku tak pernah merasakan firasat apa-apa?

Aku menangis Ma…karena aku tak pernah bisa merasakan yang dirasakan Tania. Selama ini aku selalu iri dengan Tania yang selalu mendapatkan pelukan saat pulang, mendapat belaian saat dia menangis, dan selalu bilang rindu sama Mamanya sampai menangis. Kenapa aku tak pernah merasakan itu, Ma? aku bahkan tidak tahu apa yang aku rindukan dari Mama, karena bahkan aku lupa kapan terakhir Mama membelaiku.
Continue reading