Ketulusan Hati – Sincerity

Sesuatu yang menggugah pikiran saya akhir-akhir ini mengenai arti dari ketulusan hati. Saya, Anda atau siapapun pastilah pernah berada di posisi di mana kita tidak bisa memberikan ketulusan hati kita dikarenakan kita memiliki maksud dari semua tindakan kita.

Orang dengan hati tulus amat langkah sekarang ini, saya banyak menemui mereka-mereka yang saya anggap tulus ternyata menyimpan satu kebohongan dari binar mata mereka. Tidak, mereka tidak sepenuhnya menyukai kita apalagi berbuat baik kepada kita. Mereka melakukan itu hanya untuk pencitraan.
Continue reading

Berhenti mengeluh dan ikhlas….

berpikir kerasSaya tak biasa mengeluh, selalu meyakinkan diri untuk semangat dan positive thinking kalau pun keceplosan itu pasti juga di luar kendali saya. Tapi, secara sadar saya usahakan untuk tidak pernah mengeluh karena mengeluh itu tidak pernah merubah keadaan menjadi baik, saya sadar dan sesadar-sadarnya itu.

Namun, terkadang ada hal-hal yang terkadang tanpa saya sadari membuat saya mengeluh, meski saya sadar dan menyesal telah mengeluh tapi saya juga mengerti bagaimana perasaan saya sendiri. Lagi pula saya ini kan juga manusia biasa yang kadang capek, lelah atau kadang ingin menyerah.

Satu hal yang membuat saya terkadang bilang “capek“, “males“, “lelah” atau bahkan yang lebih panjang dan complete”aku capek banget, aku lelah dan kayanya mau menyerah saja deh karena apa yang aku lakukan seeprtinya tidak dianggap” Kalimat panjang ini sebenarnya bukan “saya” banget tetapi memang sempat dan pernah keluar karena di saat itu begitulah yang saya rasakan.

Continue reading

Sakit hati bikin dendam?

Daripada menimbulkan sakit hati mending "Minta Maaf"

Belakangan saya lumayan sering membuat sebuah judul postingan dengan diakhiri tanda tanya, itu semua menandakan ketidak tahuan saya dan permintaan saya untuk mendapatkan pendapat dan dukungan akan kebenaran dari yang saya tulis.

Sakit hati bikin seorang bisa dendam? Iya, saya rasa untuk sebagian orang akan menjawab “iya” karena ada rasa sesak di dadanya yang akan merasa legah setelah melihat orang yang membuatnya sakit hati merasakan hal yang sama dengan dirinya bahkan lebih parah. Salah? Salah dan benar bukan hal yang mutlak, mau dilihat dari sudut pandang siapa? Lagian saya juga nggak mau ngebahas salah dan benarnya.
Continue reading

Calon Suami


Ibu Amanda muncul dari balik pintu, Amanda berusaha tersenyum namun terlihat sekali senyumnya dipaksakan.

“Nak, Ibu bingung katanya kok kateringnya kamu batalkan? Kamu jangan membuat keputusan sendiri, ibu heran belakangan ini kami sangat aneh”
seloroh sang Ibu.

Amanda, menarik nafas panjang. Menarik ibunya ke tepi ranjang, mendudukkannya lalu dengan sangat manja Amanda meletakkan kepalanya di pangkuan sang ibu.

“Jangan kolokan begini…sebenarnya apa yang terjadi, Nak? Kamu ada masalah?” tanya sang Ibu masih dengan suara rendah
.
“Ibu…ibu tak perlu menyiapkan apa-apa. Ibu tak perlu capek-capek ya….nanti ibu sakit” gumam Amanda lirih, smabil menatap lurus ke arah mata sang Ibu. Sang Ibu terlihat terkejut.
Continue reading