Life is beautiful

Hey, entah berapa kali saya membuat tulisan tentang betapa indahnya hidup ini. Saya bisa menulis begini karena saya benar-benar merasakan indahnya hidup ini. Ya, hidup ini sangat indah dengan segala konflik yang ada di dalamnya. Sebagian teman-teman saya berkomentar saya bisa bilang hidup saya indah karena saya memang tidak pernah mengalami kehidupan yang berat seperti mereka, honestly I wanna cry if I had to recall all those moments.

Hidup saya tidak-lah semulus bayangan teman-teman ataupun sahabat-sahabat saya, penuh liku dan perjuangan. Yup, I am just a little girl! Terkadang saya juga hanya bisa menangis di sudut ruangan atau bersembunyi di balik bantal atau lebih parah saya mengguyur-kan diri (bahasa apa ini) agar saya bisa terisak di sana dan airmata saya luluh dan luntur bersama air yang saya guyurkan ke kepala saya. Namun, moment itu tak akan saya biarkan berlarut. Sebentar saja, karena setelah ritual menangis itu saya akan lebih sibuk mencari hikmah dan makna dari setiap kejadian itu.

Terkadang, mungkin saya terlihat munafik ya? Menampik rasa sedih saya, berpura-pura tertawa padahal hati menangis? Ha ha ha.
Salah! Kalau saya sudah tertawa lepas artinya pedih itu sudah luntur perlahan, saya tak mau berpura-pura dengan perasaan saya. Sorry to say, saya bukan orang yang sok dewasa dan suka berpura-pura (kok, jadi emosi nadanya? 😳 )

Hidup itu indah! Hanya itu yang saya tahu, bagaimanapun warnanya. Karena baik-buruk, sedih-gembira semua kita sendiri yang mengaturnya.

Tentu saja saya tetap membutuhkan orang lain untuk menatap indahnya warna-warni hidup ini, karena saya memang tak bisa sendiri.

Saat ada teman curhat, bagaimana pedihnya patah hati sampai-sampai dunia di sekelilingnya berubah gelap, sampai-sampai punya pikiran tak ada seorang pun yang sayang sama dia hanya gara-gara disakitin seorang cowok, saya tidak mengejek, saya juga pernah kok patah hati, sakit karena disakiti cowok sampai badan kurus kering, tapi cukup saya saja dech yang kayak gitu. Beneran dech, saya pernah kok mengalami yang labih dari itu, lebih sakit dan menyakitkan but again, kalau kita-nya saja yang mengatur hati ini maunya bagaimana. Terkadang tegas dan heartless emang beda tipis, kalau kita gampang melupakan seseorang karena sudah menyakiti kita dan mulai membangun hubungan baru eh kita dituduh gampang banget ngelupain, ah…realistis saja, nginget-nginget juga gak bakal dia balik, nginget-nginget juga nggak membuat semuanya lebih baik kok, bener gak? He he he

Life is beautiful 😉

16 thoughts on “Life is beautiful

  1. Bener sekali apa yang Mbak tulis, tapi dari situlah kita belajar yang namanya kemandirian dan kedewasaan, sehingga kita bisa mengontrol diri untuk tidak terlalu larut dalam kesedihan dan kegalauan yang mungkin suatu saat akan terulang, bahkan lebih buruk dari yang kita alami sekarang 🙂

    benar, pandai-pandai saja ya mengambil hikmahnya 🙂

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s