Saya & Pemikiran Salah

Tadi siang saya sempat bercanda dengan teman kantor, awalnya kami berbicara tentang orang-orang yang membuat kami sebel akhir-akhir ini yang disebabkan oleh beberapa hal kemudian ujung-ujungnya jadi seperti curhatan atau diskusi, entahlah….

Saya bilang ke teman saya ini bahwasannya jika saya sudah bertemu dengan seseorang dan memberikan kesan buruk sama saya walau awalnya baik itu akan menjadi keterusan tidak baik di mata saya. Bukan buruk tapi tidak baik, karena saya juga sudah memaafkan dan melupakannya namun enatah mengapa rasanya jadi beda saja, saya tak bisa seperti awalnya saja karena rasa sakit, sebel itu memang tidak bisa hilang begitu saja…

Pertanyaan saya, salahkah saya seperti ini?

Teman saya bilang “Lu, harus ikhlas”

Saya mikir-mikir, saya nggak dendam dan gak mengungkit-ungkitnya lagi kok, sikap saya juga biasa saja, nggak ada rasa benci apa itu disebut nggak ikhlas? cuman rasanya di hati itu lho…susah banget dibuat biasa, rasanya saya memang sudah membatasi diri saya saja karena ada rasa takut. Terus terang saya memang orangnya sedikit paranoid.

Pertanyaan saya lagi, apa yang harus saya lakukan agar saya tidak paranoid seperti ini? agar saya bisa membuka diri saya untuk mereka-mereka yang sudah sering membuat saya sebal, marah, sakit?

Advertisements

7 thoughts on “Saya & Pemikiran Salah

  1. Halo Haniiii…apa kabar?
    Senengnya baca komen Hani lagi di blog saya, makasih ya!
    Saya juga kalo sudah terlanjur kesel sama orang *biarpun jarang* suka males buat deket-deket apalagi memulai pembicaraan.
    Tapi disitulah intinya, Han.
    Mungkin kebesaran juwa kita diuji kalo kita udah ketemu oarng-orang yang nyebelin…hehe, kalo orang baik sih kita pasti akan memperlakukan dia lebih baik lagi kan?
    😀

  2. ikutan mbak irma,halo juga hani.
    aku juga pernah mengalami hal itu kadang aku malas bertemu dan memilih mengjindar tapi itu dulu sih skr belajar ikhlas aja

  3. sedikit tips mungkin. . . . bersikap cuek dengan masa lalu mbak. . . . dengan itu kita ndak repot repot mengkaitkan masa lalu dengan yang sekarang. . . dan berusaha untuk selalu tersenyum meski kepada orang yang pernah sakiti kita. .

  4. Sebaiknya jangan menghindar Han, justru kita harus tetap nyambung tali silaturahmi, agar tak terus2an sakit hati itu bercokol, memang tak mudah tapi sedikit2 pasti akan ada hasil asal didasari niat tulus.

  5. Susah juga ya, salah satu cara yang paling ampuh adalah membalas keburukan dengan kebaikan. Berat memang kalo dibayangkan, tapi kalo udah dilakukan, rasanya ada kepuasan tersendiri. Trust me, it works 🙂

    Cheers…

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s