Wanita & Karir

Saya seorang yang dilahirkan di sebuah keluarga sederhana di sebuah kampung kecil dengan penduduk yang padat, tak ada sedikit pun ajaran yang mengatakan saya harus menjadi seorang wanita karir atau saya harus berkarir, namun apa yang saya lihat dan saya rasakan di sekitar saya mendorong kuat keinginan saya untuk bekerja, bahkan selepas SLTA! Memang tidak jelas apa yang saya kerjakan untuk menghasilkan uang saat itu, yang penting halal dan yang saya tahu saya seorang pekerja keras karena saya tahu banyak orang yang membutuhkan saya jadi bukan untuk saya sendiri.

Butuh waktu untuk menemukan jati diri, tentang apa yang saya suka dan bisa saya nikmati dan tetap menghasilkan uang tetapi saya bisa menemukannya walaupun pada akhirnya saya harus bertemu pada sebuah pilihan bahwasannya saya harus menikah? Smile on it, saya tidak mau menikah karena saya pikir hal ini akan menghalangi mimpi-mimpi saya untuk bisa berbuat lebih untuk orang-orang di sekitar saya.

Tetapi saya tetaplah seorang yang hidup dengan adat timur dan saya adalah seorang yang beriman, saya ber-Tuhan dalam agama saya pun dianjurkan untuk menikah, bahkan menikah menjadi salah satu ibadah! Saya menikah, dengan berbagai ketakutan, takut kalau kebebasan yang selama ini saya miliki tak dapat saya nikmati lagi lantaran saya memiliki anak dan suami, jujur bukan? 🙂

Namun, seperti biasanya saya melakukan perenungan, saya menemukan banyak hal yang semakin lebih mudah seusai menikah. Insyaallah saya tak salah memilih suami, karena dia mau menerima saya yang memiliki banyak mimpi dan kemauan, mau berusaha memahami meski mungkin dalam hati jengkel saat mendengarkan saya berbicara tentang apa-apa yang saya inginkan.

Dan saya semakin mantab dan termotivasi menghadapi hidup ini dengan segala impian-impian saya.

Bahkan dalam sebuah artikel COSMO Careers di Majalah Cosmopolitan ternyata membenarkan bahwasannya 26 dari 28 perempuan sukses adalah mereka yang menikah, hanya ada dua yang tidak menikah. Karena menikah memungkinkan mereka mendapatkan dukungan dari partner terdekat yang tidak lain adalah pasangannya dan juga dengan mudah menemukan teman diskusi sehingga tak gegabah dalam mengambil keputusan.

Berkarir dan berumah tangga menjadi hal yang sangat tough untuk seorang wanita, bukan? 🙂

Advertisements

9 thoughts on “Wanita & Karir

  1. Alhamdulillah, saya sudah menikah dan memiliki 3 anak jagoan. Mengawali segala sesuatu denghan proses dan adaptasi yang pada perjalanannya ada banyak kemudahan yang saya dapatkan melalui pernikahan yang tidak pernah saya duga sebelumnya.

  2. “Setelah menikah, saya tidak merasakan karir itu turun. Memang saya tidak memacu untuk ke posisi yang lebih tinggi lagi karena saya telah membuat keputusan yang menjadi prioritas dalam hidup saya. Bahwa ketika saya mengambil keputusan untuk menikah maka harus ada yang dikorbankan yaitu karir,” tegasnya.

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s