Bali Menuju Swasembada Pangan

Bali Menuju Swasembada Pangan merupakan hal yang harus disambut gembira, artinya kita tidak akan menemukan banyak pengurukan lahan pertanian untuk bangunan-bangunan lagi untuk tujuan komersial. Karena jujur, hotel, villas dan resort sudah lebih dari cukup kalau menampung wisatawan yang datang ke Bali. Yang ada sekarang adalah peperangan bisnis yang sangat sengit. Bali ini dikenal dengan wisata alam dan budayanya, plus wisata belanja adalah suatu keharusan karena banyaknya pengerajin dan seniman Bali yang kualitas dunia.

Taman Satria Gatot Kaca

Taman Satria Gatot Kaca merupakan Icon Bali. Konon belum ke Bali kalau tidak foto di sini 🙂 

Bali Menuju Swasembada Pangan ini memang masih belum saya dengar langsung atau ketahui langsung dari sumber yang benar-benar yang bisa dipercaya. Akan tetapi pernyataan dari para pelaku pasar tradisional, mengatakan pemasukan bahan makanan mentah sehari-hari dari luar Bali sekarang dibatasi agar masyarakat mau membeli product pertanian dari dalam Bali sendiri. Tentu saja hal ini menjawab pertanyaan semua Ibu-Ibu yang bertanya kenapa harga ayam mahal dibanding di Jawa? Di Jawa harga daging Ayam hanya Rp. 27,000/kg sedang di Bali mencapai Rp. 40,000 – Rp. 44,0000/kg. Ya, mendingan makan ikan, ya? Kandungan protein dan Omega 3 nya lebih banyak, hehehe.

Jadi, jika program Bali Swasembada pangan betul-betul ada maka tugas pemerintah daerah Bali tidak hanya membuat peraturan akan tetapi bagaimana memperdayakan para petani. Harus bisa merubah mindset bahwasannya petani itu keren. Tak akan ada nasi terhidang di meja makan tanpa ada jerih payah petani. Jika Bali berhasil melakukan ini maka Bali pun patut dijadikan percontohan untuk menuju swasembada pangan Indonesia. Ngebayanginnya saja udah happy banget.

Program ini seharusnya sudah lama dipikirkan, karena kenapa? di saat wisatawan sepi masyarakat Bali menjadi kebingungan dikarenakan sumber pendapatan mereka berkurang. Untuk saat ini sumber pendapatan mayoritas penduduk Bali adalah dari pariwisata. Masih ingat akhir tahun 2017 lalu saat Gunung Agung erupsi di mana beberap anegara diberikan travel warning ke Bali. Banyak sekali karyawan hotel, restaurant atau bidang pariwisata lain dirumahkan sampai batas waktu tidak ditentukan. Sedih sekali, karena otomatis pengangguran menjadi membengkak dalam seketika.

Kita dukung program pemerintah yang arahnya untuk pembangunan daerah kita lebih maju.

2 thoughts on “Bali Menuju Swasembada Pangan

  1. Semoga swasembada pangan bisa tercapai, bukan hanya di Bali saja, tapi di negara kita. Ada masa ketika swasembada pangan telah terwujud, tapi ada masa juga dimana impor pangan terjadi. Sangat disayangkan, prestasi masa lalu demikian berat untuk kembali diraih di masa kini.

    Btw, Mbak kian rajin nulis di blog nih. Daily posting rupanya. Salut!

    Salam.

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s